INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Peserta MTN Lab Residensi & Workshop Sastra x Wabul Sawi Festival tidak hanya mempelajari teori dan teknik menulis puisi, tetapi juga mendapat pelatihan olah tubuh dan olah sukma sebagai bekal untuk tampil di atas panggung.
Pelatihan yang berlangsung di Balairung Sari, UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (5/8/2026), dipandu penyair asal Banjarmasin, Muh Irwan Aprialdy atau yang akrab disapa Encek.
Sebanyak 30 peserta mengikuti latihan yang dilakukan tidak hanya di dalam ruangan, tetapi juga di area luar gedung. Metode tersebut dipilih agar peserta lebih leluasa bergerak dan mampu mengekspresikan diri saat membawakan puisi.
Baca juga: Taman Budaya Kalsel Gelar MTN Lab Residensi dan Workshop Sastra
Olah Tubuh dan Sukma Jadi Bekal Membaca Puisi
Encek menjelaskan, olah tubuh dan olah sukma merupakan bagian penting dalam seni pembacaan puisi. Menurutnya, pembaca puisi tidak hanya dituntut mampu melafalkan kata-kata, tetapi juga menyampaikan makna dan emosi kepada penonton.
“Latihan ini untuk membentuk kelenturan fisik sehingga pembaca puisi dapat lebih leluasa mengekspresikan puisi yang dibacakannya. Sedangkan olah sukma melatih kepekaan, emosi, serta jiwa dari kata-kata dalam puisi agar dapat tersampaikan kepada audiens,” ujarnya.
Dalam sesi tersebut, peserta berlatih melenturkan leher, bahu, tangan, hingga kaki. Mereka juga diajak melatih konsentrasi untuk membangun berbagai ekspresi emosional, seperti sedih, marah, gembira, hingga suasana sunyi.
“Latihan ini akan berguna ketika nanti kalian membaca puisi,” kata Encek kepada para peserta.
Bekal Lengkap bagi Penulis dan Pembaca Puisi
Sebelum mengikuti sesi olah tubuh dan sukma, peserta telah mendapatkan materi mengenai teori sastra dan teknik menulis puisi dari kurator sekaligus dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Mikke Susanto, serta akademisi Universitas Lambung Mangkurat, Sainul Hermawan.
Rangkaian MTN Lab Residensi & Workshop Sastra x Wabul Sawi Festival berlangsung pada 3–7 Agustus 2026 dengan menghadirkan narasumber dari berbagai daerah.
Selain Muh Irwan Aprialdy, kegiatan ini juga menghadirkan Mikke Susanto dari Yogyakarta, Sainul Hermawan dari Universitas Lambung Mangkurat, Sihar Ramses dari Jakarta yang memberikan materi secara daring, penyair Banjarmasin Arif Rahman Heriansyah, serta penyair Nissa Rengganis yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Kebudayaan.
Wadah Melahirkan Talenta Sastra Muda
Kegiatan yang diinisiasi UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan tersebut dibuka Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Rizal Pahmi, pada Senin (3/8/2026).
Dalam sambutannya, Rizal berharap workshop ini menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda yang memiliki minat di bidang sastra, khususnya puisi.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta baru yang dapat mengembangkan dunia sastra Kalimantan Selatan di tingkat regional maupun nasional.
Workshop ini diikuti 30 peserta yang sebagian besar merupakan pelajar berprestasi pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 cabang puisi. Mereka berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, termasuk Kotabaru dan Tabalong. Selain pelajar, peserta juga terdiri atas guru, mahasiswa, dan penulis pemula.
Sebagai puncak kegiatan, para peserta akan menampilkan karya mereka dalam bentuk dramatisasi puisi sebagai hasil proses pembelajaran selama mengikuti workshop.





