INTERAKSI.CO, Banjarbaru – Keterbatasan sumber air menjadi perhatian utama Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, saat meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Kurnia Ujung, RT 06/RW 03, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Senin (24/8/2026).
Didampingi Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, Jumhur melihat langsung proses pemadaman kebakaran yang menghanguskan lahan pertanian milik warga. Di lokasi, petugas menghadapi kendala memperoleh pasokan air untuk mempercepat pemadaman.
Menurut Jumhur, persoalan air menjadi hal penting dalam penanganan karhutla. Api yang telah berhasil dipadamkan, kata dia, harus dipastikan benar-benar mati. Lahan yang terbakar juga perlu dijaga tetap basah agar api tidak kembali muncul.
“Kita memastikan pemadaman secara masif. Gotong royong masyarakat, pemerintah daerah, BNPB, TNI, Polri semua harus bergotong royong memastikan supaya api ini mati dan setelah mati dipastikan harus tetap basah,” tegas Jumhur.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, katanya, pemerintah menyiapkan pembangunan sejumlah sumur bor dengan kedalaman hingga 40 meter di kawasan yang membutuhkan dukungan sumber air. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menjadi sumber air yang siap digunakan ketika karhutla kembali terjadi.
“Supaya ke depannya ketika terjadi karhutla, ketersediaan air sangat mencukupi untuk melakukan pemadaman,” jelasnya.
Selain memastikan api padam, Jumhur meminta penanganan karhutla dibarengi perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak asap. Dinas Kesehatan, puskesmas, dan unsur terkait diminta memastikan warga mendapatkan pelayanan kesehatan dan terhindar dari gangguan kesehatan akibat paparan asap.
“Selain itu juga kita memastikan masyarakat tidak terdampak penyakit ISPA. Dinas Kesehatan, puskesmas dan sebagainya juga bergotong royong memastikan kesehatan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby mengatakan pemerintah kota akan memperkuat ketersediaan sumber air untuk mendukung petugas di lapangan. Upaya tersebut dinilai semakin penting karena puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada September.
“Untuk mengatasi kendala tersebut, kami berupaya keras untuk kembali memperkuat koordinasi dan memastikan pasokan air tersedia. Sehingga petugas di lapangan dapat bekerja dengan optimal,” ungkap Lisa.
Pemkot Banjarbaru juga akan mengoptimalkan fasilitas sumur bor di wilayah Syamsudin Noor serta seluruh hidran yang tersedia di Kota Banjarbaru. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.
Penanganan karhutla, dengan demikian, tidak hanya diarahkan pada pemadaman ketika api telah membesar. Pemerintah juga mulai memperkuat sumber air sebagai bagian dari upaya pencegahan sekaligus mempercepat respons ketika kebakaran terjadi.
Usai meninjau lokasi kebakaran, Jumhur bersama Lisa juga memberikan bantuan kepada warga terdampak karhutla di wilayah Kelurahan Landasan Ulin Timur.





