INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat sebanyak 1.903 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 1 Januari hingga 25 Agustus 2026.

Dari ribuan kejadian tersebut, luas lahan yang terdampak karhutla tercatat mencapai 9.088,75 hektare.

Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan Ronny Eka Saputra mengatakan, data tersebut dihimpun melalui pemantauan kejadian di lapangan yang dipadukan dengan data titik panas atau hotspot dari sumber satelit.

“Pemantauan dilakukan dengan memadukan laporan kejadian di lapangan dan pemantauan titik panas dari sumber data satelit,” kata Ronny, Rabu (26/8/2026).

Baca juga: Diatensi Pemerintah Pusat, Astamaops Polri – KSAL Tinjau Penanganan Karhutla di Kalsel

Selain mencatat kejadian dan luas lahan terdampak, BPBD Kalsel juga memantau ribuan titik panas yang terdeteksi di wilayah Kalimantan Selatan.

Berdasarkan data hingga 25 Agustus 2026, tercatat 10.910 titik hotspot di Kalsel.

Ronny menjelaskan, keberadaan titik panas menjadi salah satu indikator yang digunakan dalam pemantauan potensi karhutla. Data tersebut kemudian dipadukan dengan laporan dari lapangan untuk mendapatkan gambaran kondisi kebakaran secara lebih menyeluruh.

Dengan masih terjadinya karhutla hingga akhir Agustus, pemantauan dan penanganan di wilayah Kalsel terus dilakukan. Data kejadian, luas lahan terdampak, serta titik panas menjadi bahan bagi pemerintah daerah dan pihak terkait dalam menentukan langkah penanganan di lapangan.

Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ancaman karhutla masih perlu mendapat perhatian, terutama di tengah kondisi cuaca yang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran di kawasan rawan.

Author