INTERAKSI.CO, Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru meluncurkan aplikasi Kebutuhan Pokok (KEPO) sebagai inovasi digital untuk memudahkan masyarakat memantau harga kebutuhan pokok. Bersamaan dengan itu, Pemkab Kotabaru juga meresmikan Kios Jukung Pangan di halaman Pasar Limbur Raya, Kecamatan Pulau Laut Utara.

Ketua DPRD Kotabaru, Suwanti, mengapresiasi peluncuran aplikasi tersebut. Menurutnya, kehadiran KEPO memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengetahui harga kebutuhan pokok sebelum berbelanja ke pasar.

“Ini langkah yang tepat untuk masyarakat dapat mengetahui harga kebutuhan pokok melalui aplikasi,” kata Suwanti di Kotabaru, Kamis.

Dengan adanya aplikasi tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi harga sejumlah kebutuhan pokok sehari-hari tanpa harus datang terlebih dahulu ke pasar.

“Jadi mereka sebelum turun ke pasar sudah tahu harga kebutuhan pokok yang diperlukan sehingga mempermudah dalam pembelian kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Suwanti berharap layanan digital tersebut dapat terus dikembangkan dan mudah diakses masyarakat. Dengan demikian, aplikasi KEPO dapat memberikan manfaat nyata dalam membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kotabaru, Muhammad Maulidiansyah, menjelaskan aplikasi KEPO dirancang sebagai sarana informasi harga komoditas di sejumlah pasar tradisional.

Aplikasi tersebut memuat informasi harga berbagai kebutuhan pokok, antara lain beras, minyak goreng, gula, cabai, daging, dan ikan.

Menurut Maulidiansyah, keberadaan aplikasi dapat membantu masyarakat mengetahui perkembangan harga secara lebih cepat sekaligus membandingkan harga komoditas sebelum melakukan pembelian.

“Di sisi lain, pemerintah juga dapat memanfaatkan informasi tersebut sebagai instrumen pemantauan terhadap fluktuasi maupun disparitas harga di lapangan,” kata Maulidiansyah.

Kios Jukung Perkuat Distribusi Pangan

Selain aplikasi KEPO, Pemkab Kotabaru bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan turut meresmikan Kios Jukung Pangan.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat distribusi kebutuhan pokok, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir dan perairan Kotabaru.

Kios Jukung Pangan menyediakan sejumlah komoditas kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, cabai, dan telur. Keberadaannya diharapkan dapat mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan sekaligus memperpendek rantai distribusi.

Pemangkasan rantai distribusi diharapkan mampu menekan biaya logistik sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dan stabil.

Peluncuran program tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan bazar yang melibatkan 49 peserta, terdiri dari tiga SKPD, yakni Diskoperindag, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Dinas Perikanan; satu stan perbankan/BPR; 20 pelaku UMKM; dan 25 distributor atau agen.

Selain menyediakan kebutuhan masyarakat, kegiatan tersebut diisi dengan pertemuan dan sosialisasi bagi pelaku UMKM, sosialisasi permodalan, berbagai perlombaan, serta pembagian door prize.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat Kotabaru diharapkan mendapatkan alternatif pilihan barang dengan harga yang lebih murah sekaligus mendukung produk-produk lokal,” ujar Maulidiansyah.

Inflasi Kotabaru Turun

Maulidiansyah mengatakan berbagai program tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

Inflasi Kabupaten Kotabaru pada Juli 2026 tercatat sebesar 3,41 persen. Angka tersebut membaik dibandingkan periode sebelumnya yang sempat mencapai 5,25 persen dan 6,46 persen pada Februari.

Kondisi geografis Kotabaru sebagai daerah kepulauan menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kestabilan harga. Distribusi komoditas dari luar daerah membutuhkan biaya transportasi dan logistik yang relatif tinggi sehingga berpotensi mempengaruhi harga di tingkat konsumen.

Karena itu, penguatan sistem distribusi serta pemanfaatan teknologi informasi dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok di Kotabaru.

Author