INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Pemkot Banjarmasin membatalkan kegiatan hiburan dalam rangka perayaan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin yang dijadwalkan pada Kamis (24/9/2026).
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat yang saat ini menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), memburuknya kualitas udara, kekeringan hingga persoalan air bersih.
Tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) juga menjadi salah satu pertimbangan. Dalam peristiwa tersebut, sebagian penumpang dan awak kapal telah ditemukan selamat, sementara proses pencarian terhadap korban lainnya masih berlangsung.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menyampaikan keputusan tersebut melalui video yang diunggah akun resmi Pemkot Banjarmasin pada Rabu malam (16/9/2026).
Yamin mengatakan keputusan membatalkan hiburan dalam rangkaian perayaan Hari Jadi ke-500 Banjarmasin telah dipertimbangkan secara matang. Menurutnya, pemerintah perlu menyesuaikan bentuk perayaan dengan kondisi yang tengah dihadapi masyarakat.
“Ini bukanlah keputusan yang mudah. Kami sangat memahami ada banyak sekali pihak yang sudah bekerja dalam rangka mempersiapkan diri, bahkan menggantungkan harapan pada rangkaian kegiatan tersebut,” kata Yamin.
Pemkot tetap akan memperingati momentum lima abad Banjarmasin. Namun, perayaan tersebut tidak akan dikemas dalam bentuk pesta besar yang mengutamakan hiburan dan kemeriahan.
Keputusan itu mendapat respons positif dari sebagian warga. Firman (25), warga Banjarmasin yang sehari-hari terlibat dalam aktivitas kerelawanan sejak karhutla merebak, menilai pembatalan hiburan merupakan langkah yang tepat melihat situasi saat ini.
“Daripada kita hari-hari nanti merayakannya sambil menghirup asap,” kata Firman.
Menurutnya, kondisi masyarakat yang masih terdampak karhutla dan berbagai persoalan lainnya membuat perayaan secara besar-besaran terasa kurang tepat.
Ia menilai pemerintah memang perlu menunjukkan kepedulian terhadap kondisi yang sedang dihadapi masyarakat.
“Sudah selayaknya pemerintah aware dengan kondisi masyarakatnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemkot Banjarmasin telah menyiapkan berbagai agenda untuk menyambut usia 500 tahun Kota Banjarmasin. Sepanjang 2026, pemerintah bahkan menargetkan sebanyak 500 kegiatan sebagai bagian dari rangkaian peringatan lima abad kota tersebut.
Kegiatan hiburan semula direncanakan menjadi salah satu puncak perayaan Hari Jadi ke-500 Banjarmasin pada 24 September 2026. Namun, kondisi yang dinilai sebagai force majeure membuat rencana tersebut diubah.
Pemkot Banjarmasin tetap menjalankan sejumlah agenda peringatan Hari Jadi ke-500. Hanya saja, kegiatan yang mengutamakan hiburan, pesta dan kemeriahan tidak lagi menjadi bagian dari perayaan tersebut.
Keputusan ini sekaligus menjadi bentuk penyesuaian pemerintah terhadap situasi yang sedang dihadapi masyarakat Banjarmasin dan sejumlah daerah di Kalimantan Selatan.
Editor: Zulfikar





