INTERAKSI.CO, Pelaihari – Festival Layang-Layang Nasional 2026 resmi ditutup oleh Wakil Bupati Tanah Laut, H. M. Zazuli, di Pantai Batakan Baru, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan silaturahmi para pecinta layang-layang, tetapi juga diisi dengan penggalangan dana kemanusiaan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanah Laut.
Festival tersebut mempertandingkan empat kategori dengan total partisipasi sebanyak 835 layang-layang. Kegiatan ini mendapat antusiasme dari peserta berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Dalam sambutannya, Zazuli menyampaikan bahwa menang dan kalah merupakan bagian yang wajar dalam sebuah perlombaan. Menurutnya, nilai yang lebih penting adalah menjaga solidaritas, mempererat persaudaraan, dan membangun kebersamaan di antara para peserta.
“Kalah dan menang dalam perlombaan adalah bagian dari kompetisi. Yang jauh lebih penting adalah menjaga solidaritas, persaudaraan, dan kebersamaan,” ujar Zazuli.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan festival tersebut. Zazuli menilai kegiatan ini memiliki manfaat lebih luas karena menjadi ruang untuk melestarikan budaya, mengembangkan kreativitas, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.
Salah satu wujud kepedulian tersebut terlihat melalui penggalangan dana bagi warga yang terdampak karhutla di Tanah Laut. Dari kegiatan tersebut, panitia berhasil menghimpun bantuan kemanusiaan sebesar Rp3 juta.
Bantuan ini menjadi bagian dari upaya mendorong solidaritas masyarakat terhadap warga yang menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan. Penggalangan dana tersebut juga menunjukkan bahwa kegiatan budaya dan olahraga rekreasi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk membantu sesama.
Pada ajang tahun ini, sejumlah peserta berhasil meraih juara di empat kategori yang dipertandingkan. Soni dari Yogyakarta meraih juara pertama kategori Layang-Layang Eksibisi Modern.
Sementara itu, kategori Layang-Layang Tradisional Umum dimenangkan Inorga Pelangi dari Kabupaten Tapin. Untuk kategori Layang-Layang Tradisional Tanah Laut, juara pertama diraih Tim Putra Tunggal. Adapun kategori Layang-Layang Ulur Klasik dimenangkan Sadi.
Penutupan Festival Layang-Layang Nasional 2026 menegaskan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan aksi kemanusiaan. Selain mempertemukan para pecinta layang-layang dari berbagai daerah, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat persaudaraan dan menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.





