INTERAKSI.CO, Jakarta – Tekanan terhadap pasar keuangan domestik masih berlanjut. Nilai tukar rupiah kembali melemah dan menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Kamis (4/6/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di posisi Rp18.014 per dolar AS, turun 48 poin atau 0,27 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan rupiah terjadi di tengah kondisi pasar valuta asing Asia yang bergerak bervariasi. Sejumlah mata uang regional tercatat menguat terhadap dolar AS, sementara sebagian lainnya mengalami pelemahan.

Baca juga: Baru Dicopot dari BGN, Dadan Hindayana Langsung Ditahan Kejagung Terkait Dugaan Jual Beli Titik SPPG

Yen Jepang menguat 0,11 persen, dolar Hong Kong naik 0,03 persen, dan dolar Singapura bertambah 0,02 persen. Di sisi lain, dolar Taiwan melemah 0,15 persen dan rupee India turun 0,46 persen.

Won Korea Selatan mencatat penguatan sebesar 0,33 persen, peso Filipina naik 0,22 persen, yuan China menguat 0,05 persen, sedangkan ringgit Malaysia melemah 0,31 persen. Baht Thailand juga tercatat naik 0,10 persen terhadap dolar AS.

Pergerakan mata uang utama Eropa juga menunjukkan tren yang beragam. Euro terkoreksi 0,09 persen dan pound sterling melemah 0,04 persen. Sementara itu, franc Swiss menguat 0,16 persen, krona Swedia naik 0,20 persen, dan krona Denmark bertambah 0,09 persen.

Tidak hanya pasar valuta asing, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan pada awal perdagangan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 5.755,678 atau turun 185,3 poin setara 3,12 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Data RTI Business pada pukul 09.28 WIB menunjukkan mayoritas saham berada di zona merah. Sebanyak 573 saham mengalami penurunan, sementara hanya 70 saham yang menguat dan 80 saham bergerak stagnan.

Sepanjang sesi awal perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 5.749,341 hingga 5.924,508. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat berada di kisaran Rp10.129 triliun.

Aktivitas transaksi juga berlangsung cukup tinggi. Hingga pagi hari, sebanyak 7 miliar saham telah diperdagangkan melalui 474.733 transaksi dengan total nilai perdagangan mencapai Rp3,9 triliun.

Pelemahan rupiah dan koreksi tajam IHSG menjadi perhatian pelaku pasar, mengingat kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap aset-aset keuangan domestik di tengah dinamika ekonomi global dan sentimen pasar yang masih berfluktuasi.

Author