INTERAKSI.CO, Batulicin — Single terbaru musisi dan jurnalis Puja Mandela, “Batulicin”, mencatat nyaris 150 ribu views secara akumulatif melalui konten di Instagram, TikTok, dan YouTube dalam sepekan sejak dirilis.

Di Instagram, Reels “Batulicin” di akun Puja Mandela telah ditonton lebih dari 63 ribu kali dengan sekitar 4,8 ribu tanda suka dan lebih dari 400 penyimpanan. Sementara di TikTok, video lagu tersebut telah menjangkau lebih dari 32 ribu tayangan. Video musik “Batulicin” di YouTube juga terus bertambah dan telah ditonton 6.6 ribu kali.

Di luar akun resmi, “Batulicin” menyebar melalui unggahan warganet dan sejumlah akun komunitas.

Salah satu konten dari akun ojek online @man.ojoll yang menggunakan lagu tersebut bahkan telah ditonton lebih dari 36 ribu kali di Instagram dengan 130 kali repost story dan 209 kali posting ulang dari warganet. Unggahan akun yang sama di TikTok juga mencatat hampir 10 ribu tayangan.

Respons terhadap lagu yang diproduseri oleh Prima Yuda Prawira itu tidak hanya terlihat dari angka. Sejak dirilis pada 18 Juli 2026, para pendengar tak hanya membagikan “Batulicin” melalui Story, tetapi juga membuat ulasan, hingga menggunakan lagu tersebut untuk menceritakan pengalaman mereka sendiri tentang Batulicin.

“Sejujurnya, 10 ribu tayangan saja tidak pernah ada di kepala saya. Yuda sebagai produser juga kaget melihat respons sebanyak itu. Saya hanya ingin kota yang identik dengan industri, debu, dan keringat ini juga terdengar puitis,” ujar penulis buku Tak Semua Hal Harus Masuk Akal itu.

Menurutnya, respons pendengar menjadi bagian yang paling menarik dari perjalanan lagu tersebut. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas apresiasi luas terhadap lagu tersebut.

“Terima kasih kepada semua yang sudah mendengarkan, membagikan, membuat ulasan, sampai menggunakan lagu ini dalam unggahan mereka. Semoga ‘Batulicin’ terus menemukan pendengarnya dan setiap orang bisa menemukan Batulicin mereka masing-masing,” katanya.

“Batulicin” merupakan lagu folk yang merekam fragmen kehidupan di kota pesisir tersebut: panggung musik anak muda, masa sekolah dan rental PlayStation, keluarga, perantauan, jalan berlumpur dan berdebu, hingga pertemuan dua orang di sebuah dermaga.

Alih-alih menggambarkan Batulicin sebagai kota yang sempurna, lagu ini memilih merekam kehidupan sehari-hari dan perubahan kota melalui ingatan personal.

“Batulicin” kini tersedia di berbagai platform streaming digital. Video musiknya juga dapat disaksikan melalui kanal YouTube Puja Mandela Official.

Author