INTERAKSI.CO, Kotabaru – Kawasan wisata Siring Laut Kotabaru kembali menjadi ruang ekspresi seni dan budaya. Pada Sabtu (22/8/2026) malam, kawasan wisata tersebut disulap menjadi panggung sastra melalui Pagelaran Sastra bertajuk “Simponi Kemerdekaan: Refleksi Perjuangan dan Masa Depan Bangsa”.
Kegiatan yang digelar di Panggung Akrab, Siring Laut, tersebut diinisiasi Dewan Kesenian Kabupaten Kotabaru (DKK) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pagelaran tersebut memadukan suasana wisata pesisir dengan pertunjukan sastra. Puisi dan karya seni menjadi medium untuk mengajak masyarakat merefleksikan makna kemerdekaan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan tanah air.
Mewakili Bupati Kotabaru, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kotabaru, Anang Muhammad Zein, hadir sekaligus membuka kegiatan.
Anang mengapresiasi DKK yang dinilai mampu menghidupkan ruang publik dengan kegiatan seni dan karya sastra.
“Pemerintah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Melalui tema Simponi Kemerdekaan, karya sastra yang dihadirkan merefleksikan semangat kecintaan pada tanah air, sekaligus mengajak wisatawan dan masyarakat memaknai kemerdekaan dari perspektif seni budaya,” tutur Anang.
Menurutnya, keterlibatan guru dan pelajar dalam pagelaran tersebut menjadi hal positif bagi keberlangsungan seni dan budaya di Kotabaru.
Ia berharap ruang publik seperti Siring Laut dapat terus dimanfaatkan sebagai sarana membangun karakter generasi muda sekaligus memperkuat ekosistem kebudayaan dan pariwisata.
“Jadikan panggung di ruang publik ini sebagai media penanam karakter bangsa yang tangguh bagi generasi muda. Sinergitas antara pemerintah, seniman, budayawan, dan masyarakat adalah kunci membangun ekosistem budaya dan pariwisata yang berkelanjutan di Kotabaru,” harapnya.
Ketua DKK, H. Ahmad Fitryadi Faz, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar pertunjukan sastra, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk merenungkan kembali arti kemerdekaan melalui karya seni.
“Melalui pertunjukan di ruang terbuka ini, kita diajak merenung lebih dalam tentang arti kemerdekaan. Malam ini kita mendengarkan puisi lintas generasi, membuktikan bahwa sastra punya ruang untuk siapa saja,” kata Fitryadi.
Suasana pagelaran semakin meriah dengan kehadiran bintang tamu dari personel Bahana Nusantara.
Fitryadi juga menyoroti prestasi pelajar asal Kotabaru yang sebelumnya tampil dalam rangkaian puncak peringatan 17 Agustus di Istana Negara. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa talenta dari daerah mampu tampil dan bersaing di tingkat nasional.
Pagelaran berlangsung dalam suasana khas Siring Laut. Tepuk tangan penonton berpadu dengan hembusan angin laut dan kerlap-kerlip lampu kapal di kejauhan, menciptakan atmosfer yang semakin menghidupkan pertunjukan.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat peran Siring Laut sebagai ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga menjadi tempat berkembangnya kreativitas dan ekspresi seni masyarakat.
Melalui kegiatan seni dan budaya yang digelar di ruang terbuka, Siring Laut diharapkan terus menjadi bagian dari pengembangan pariwisata sekaligus pelestarian budaya di Kabupaten Kotabaru.





