INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Warga RT 10 Gang Pendamaian, Kelurahan Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah, harus menyesuaikan aktivitas sehari-hari akibat sulitnya mendapatkan pasokan air dari PAM Bandarmasih.
Air disebut lebih sering mengalir pada malam hingga dini hari. Warga pun terpaksa begadang menunggu air kembali mengalir.
“Biasanya jam satu hidup, jam lima sudah mati,” ujar Nor Hayati (41), warga RT 10 ini.
Baca juga: Alhamdulillah, Hujan Guyur Sejumlah Wilayah di Banjarbaru
Kondisi demikian ternyata telah berlangsung hampir sepekan. Waktu mengalirnya air yang terbatas, membuat warga harus segera menampung persediaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Aktivitas seperti mencuci pakaian, mandi, hingga menyiapkan kebutuhan air rumah tangga pun dilakukan ketika aliran kembali tersedia. Tak jarang, warga saling memberi tahu tetangga saat air mulai mengalir.
“Kadang malam itu sudah begadang. Kalau air menyala, saling berteriak, ‘Uy, banyu menyala’,” ucapnya sambil memeragakan.
Selain sulit mendapatkan pasokan air, warga juga mengeluhkan perubahan kualitas air yang mereka terima. Seperti yang dialami oleh Bastiah (49). Pikirnya air saat ini tidak layak lagi untuk dikonsumsi, sebab kadang airnya keruh dan terasa asin.
“Untuk diminum dan masak kami beli galon. Air yang ada itu untuk cuci-cuci dan mandi aja,” ucapnya.
Karena itu, air tersebut tidak lagi digunakan untuk konsumsi. Warga hanya memanfaatkannya untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Sementara untuk minum, mereka membeli air galon.
“Asin airnya, bisanya kami pakai untuk aktivitas sehari-hari, misalkan MCK. Kalau untuk dikonsumsi kami pakai air galon,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Tarawiyah, istri Ketua RT 10 Gang Pendamaian. Menurut dia, aliran air di kawasan tersebut sulit mengalir dengan normal, terutama pada pagi hari.
“Kalau pakai mesin baru jalan. Kalau pagi seperti ini tidak mungkin jalan airnya,” katanya.
Keluhan warga ini terjadi di tengah tingginya kadar garam air baku yang dipantau PAM Bandarmasih di Intake Sungai Bilu.
Berdasarkan data pemantauan pada Selasa (8/9/2026), kadar garam bahkan sempat mencapai 6.905 miligram per liter (mg/L) pada pukul 09.00 Wita. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam pemantauan hari itu.
Di tengah kondisi tersebut, Direktur PAM Bandarmasih, Zulbadi, mengimbau masyarakat untuk hemat dan bijak menggunakan air.
“Harap hemat menggunakan air dan baiknya memiliki tampungan di rumah masing-masing,” usulnya.
Ia meminta pelanggan menggunakan air sesuai kebutuhan. Dengan harapan, agar pasokan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara merata bagi seluruh masyarakat Kota Banjarmasin.
Editor: Zulfikar





