INTERAKSI.CO, Samarinda – Pengadaan mobil dinas baru untuk Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, memicu polemik di tengah masyarakat. Nilainya mencapai Rp 8,5 miliar dan dinilai sebagian pihak bertolak belakang dengan semangat efisiensi anggaran daerah.
Data pada sistem Inaproc Pemprov Kaltim mencatat kendaraan tersebut memiliki mesin 2.996 cc dengan tenaga 434 HP. SUV hybrid ini dibekali baterai 38,2 kWh dan torsi 620 Nm, kombinasi yang menjanjikan performa sekaligus efisiensi.
Penelusuran spesifikasi mengarah pada Land Rover Defender Octa, varian ultra premium dari lini Defender. Model ini dikenal tangguh di medan ekstrem namun tetap representatif untuk kegiatan protokoler.
Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa pemilihan kendaraan didasarkan pada kebutuhan mobilitas gubernur. Ia menyebut kepala daerah kerap turun langsung ke wilayah pelosok dengan akses jalan yang belum memadai.
Baca juga: Bubur Peca di Samarinda Jadi Menu Legendaris Buka Puasa di Masjid Shiratal Mustaqiem
Menurutnya, gubernur sering kali harus menembus jalur hutan dan medan berat demi melihat kondisi riil masyarakat. Bahkan, dalam kunjungan ke wilayah Sotek dan Bongan, rombongan sempat tertahan karena kendaraan tidak mampu melanjutkan perjalanan.
Sri juga mengaku pernah mendampingi kunjungan saat gubernur harus berganti mobil akibat kendala teknis di lapangan. Dari pengalaman itu, kebutuhan kendaraan dengan spesifikasi tangguh dinilai mendesak.
Selain mendukung operasional lapangan, kendaraan tersebut diproyeksikan untuk fungsi protokoler. Mobil ini akan digunakan menjemput tamu negara atau pejabat tinggi yang berkunjung ke Ibu Kota Nusantara melalui jalur darat.
Plt Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Kaltim, Andi Muhammad Arpan, menegaskan bahwa pengadaan telah mengacu pada regulasi, termasuk Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja. Ia menekankan prinsip kebutuhan, bukan keinginan pribadi.
Secara teknis, Defender Octa merupakan varian terkuat yang pernah diproduksi oleh Land Rover. Mobil ini dibekali mesin V8 twin turbo 4.400 cc yang mampu melesat dari 0 hingga 100 km per jam dalam sekitar 4 detik.
Keunggulan utamanya terletak pada sistem suspensi 6D Dynamics yang memungkinkan fleksibilitas roda saat melibas medan berat, namun tetap stabil di jalan aspal. Kemampuan melintasi genangan air hingga kedalaman 1 meter menjadi nilai tambah untuk karakter geografis Kalimantan Timur.
Polemik pun tak terhindarkan. Di satu sisi, pemerintah menilai kendaraan ini sebagai penunjang kerja strategis di wilayah dengan tantangan ekstrem. Di sisi lain, publik berharap setiap kebijakan anggaran tetap mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.





