INTERAKSI.CO, Batulicin – Slank benar-benar menggeber panggung Mappanre Ri Tasi’e di Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel, Minggu (12/4/2026) malam.

Membuka konsernya dengan “I Miss U But I Hate U”, band asal Jalan Potlot, Jakarta, itu memainkan 12 lagu terbaiknya. Hit-hit klasik macam “Mawar Merah”, “Virus”, dan “Terlalu Manis” juga tak ketinggalan.

Momen menarik datang sebelum Slank memainkan lagu penutup. Saat Ridho Hafiedz mengambil posisi duduk untuk memainkan piano, dan “Ku Tak Bisa” sudah siap mengalun,  Kaka memanggil Bupati Tanah Bumbu untuk naik ke atas panggung.

“Kita akan panggil Bapak Bupati Tanah Bumbu,” ucap Kaka yang diiringi tepuk tangan penonton.

Bang Arul, tanpa canggung, menyanyikan hit sepanjang masa Slank itu. Teriakan belasan ribu penonton ikut mengiringi momen tersebut.

Momen unik lainnya terjadi saat Slank memainkan “Orkes Sakit Hati”. Saat break di bagian tengah lagu, Kaka yang mengenakan kaos oblong putih memanggil secara acak penonton wanita yang mau joget di atas panggung. Alhasil, panggung rock ‘n roll malam itu pun berubah jadi panggung joget yang asyik.

Kehadiran Slank di Pesta Pantai Pagatan ini sekaligus menjawab banyak pertanyaan warga tentang musisi kelas satu yang lama absen di Mappanre Ri Tasi’e. Event budaya ini sebelumnya memang rutin mendatangkan musisi bintang lima, dari Noah hingga Sheila On 7.

Slank menutup konsernya dengan lagu yang sudah bisa ditebak: “Kamu Harus Pulang”. Penampilan ketiga Slank di Kabupaten Tanah Bumbu ini tak hanya mengobati dahaga masyarakat akan hiburan kelas satu, tetapi juga membawa pesan-pesan lingkungan dan kebudayaan.

“Tolong mangrove-nya dijaga,” kata Kaka yang pagi harinya melakukan penanaman bersama Bang Arul.

Di depan panggung, bendera Slank dan Oi terus berkibar.

*

Artikel ini ditulis oleh manusia, tanpa bantuan AI.

Author