INTERAKSI.CO, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi santai kekhawatiran mengenai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat dan kondisi ekonomi nasional.
Saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Prabowo menyebut masyarakat kecil, khususnya di desa, tidak terlalu terdampak langsung oleh fluktuasi kurs dollar.
“Rakyat di desa enggak pakai dollar kok,” ujar Prabowo dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden.
Baca juga: Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Soroti Beratnya Hukuman Kasus Chromebook
Dalam pidatonya, Prabowo lebih dulu memaparkan upaya pemerintah memperkuat hubungan bilateral dengan sejumlah negara sebagai bagian dari strategi politik luar negeri Indonesia.
Ia menyebut berbagai persoalan diplomatik yang sempat tertunda bertahun-tahun kini mulai diselesaikan, termasuk dengan Singapore, Vietnam, dan China.
“Dengan Singapura perjanjian yang belasan tahun tidak selesai kita selesaikan. Dengan Vietnam kita selesaikan. Sama Tiongkok kita perbaiki,” katanya.
Prabowo juga menilai situasi di kawasan Natuna menjadi lebih kondusif setelah hubungan Indonesia dan China membaik.
Selain itu, pemerintah disebut terus menjaga hubungan baik dengan Malaysia, Papua New Guinea, Australia, hingga Thailand.
Menurut Prabowo, langkah tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif yang diwariskan para pendiri bangsa.
Di tengah situasi ekonomi global, Prabowo mengaku heran dengan pihak-pihak yang terus memprediksi Indonesia akan mengalami krisis.
“Saya yakin sekarang ada yang selalu bilang Indonesia akan collapse, akan chaos,” ujarnya.
Ia menegaskan kondisi pangan dan energi nasional masih berada dalam situasi aman.
“Pangan aman. Energi aman. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” tegasnya.
Meski begitu, Prabowo mengingatkan seluruh elite dan pimpinan negara agar tetap berpihak kepada rakyat dan menjaga kepentingan nasional.
“Tapi para unsur pimpinan yang harus setia kepada NKRI. Rakyat pasti setia,” katanya.
Prabowo juga menyinggung adanya elite yang menurutnya sering berbicara soal nasionalisme namun tidak berpihak kepada rakyat ketika sudah memiliki kekuasaan.
Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa juga meminta masyarakat tidak panik setelah rupiah sempat menyentuh level Rp17.500 per dollar AS.
Menurut Purbaya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih jauh lebih kuat dibanding masa krisis moneter 1998 karena fundamental ekonomi domestik dinilai tetap terjaga.





