INTERAKSI.CO, Batulicin – Prosesi adat Massorong Olo atau Melarung meramaikan puncak perayaan Mappanre Ri Tasi’e 2026.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tanah Bumbu yang telah dimulai sejak 12 April lalu.

Prosesi Melarung diawali dengan doa bersama di panggung adat Ade Ogi, Pantai Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (26/4/2026) pagi.

Tabuhan gendang khas Bugis mengiringi keberangkatan rombongan menuju laut. Para tetua adat atau Sandro tampak berjalan beriringan bersama Sekretaris Daerah Yulian Herawati, perwakilan Staf Ahli Gubernur, anggota DPR RI, Sudian Noor, beserta unsur Forkopimda lainnya menuju dermaga.

Di sana, puluhan kapal nelayan hias berbagai ukuran telah bersiap membawa rombongan menuju titik pelarungan di tengah laut. Setibanya di lokasi, prosesi inti dimulai di bawah panduan Sandro.

Ritual yang disaksikan masyarakat dari atas kapal ini diawali dengan pembasuhan parang, dilanjutkan dengan pelarungan sesajen berupa ketan dan aneka buah-buahan. Sebagai penutup, dilakukan penyembelihan ayam kampung yang kemudian turut dilarung ke laut.

Kemeriahan berlanjut usai prosesi di laut selesai. Lembaga Adat Ade Ogi bersama Sekda membagikan Kanrejawa Pute, makanan khas Bugis berbahan tepung beras ketan, kepada masyarakat setempat.

Baca juga: Konser Tengah Pekan di Pantai Pagatan Ramai, Ady eks Naff Bikin Ribuan Penonton Bernostalgia

Baca juga: Slank Geber Pantai Pagatan, Kaka dan Bang Arul Duet Nyanyikan Ku Tak Bisa

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, melalui Sekretaris Daerah Yulian Herawati, menjelaskan bahwa prosesi Melarung mencerminkan nilai kebersamaan dan persatuan.

Hal tersebut selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Tanah Bumbu yang berfokus pada kemajuan serta kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat, termasuk komunitas nelayan.

“Kami berharap nilai-nilai luhur dari prosesi ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sekda mengungkapkan bahwa Pemkab Tanah Bumbu tengah mendorong agar Mappanre Ri Tasi’e masuk ke dalam kalender ajang nasional. Saat ini, pihaknya sedang merampungkan persyaratan administratif untuk pengajuan tersebut.

“Kami telah menetapkan tanggal 26 April sebagai puncak perayaan Mappanre Ri Tasi’e. Salah satu syarat utamanya adalah tanggal pelaksanaan yang konsisten dan tidak berubah-ubah setiap tahunnya,” jelas Yulian.

Optimisme serupa disampaikan Ketua Lembaga Adat Ade Ogi, Fawahisah Mahabatan. Ia meyakini ajang ini sangat layak bersaing di tingkat nasional mengingat Mappanre Ri Tasi’e sebelumnya pernah masuk dalam agenda pusat.

“Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten hingga kehadiran perwakilan pemerintah pusat hari ini, kami optimis dapat mendorong Mappanre Ri Tasi’e kembali masuk ke dalam Kalender Event Nusantara (KEN),” tegasnya.

Editor: Puja Mandela

Author