INTERAKSI.CO, Banjarbaru – Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Banjarbaru pada Selasa (12/05/2026) lalu.
Sebagai tindaklanjut dari adanya laporan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan di SPBU hingga memakan bahu jalan.
Dalam pemantauan tersebut, Wali Kota didampingi oleh jajaran dinas terkait di lingkup Pemerintah Kota Banjarbaru serta Kapolres Banjarbaru.
Sidak ini difokuskan pada tiga titik utama, yaitu, SPBU Jalan Trikora (seberang Masjid Agung), SPBU Jalan Jurusan Pelaihari Km 21,7 (Liang Anggang) dan SPBU Jalan Mistar Cokrokusumo (Cempaka).
Langkah proaktif ini diambil guna merespons cepat keluhan masyarakat sekaligus mengurai potensi kemacetan akibat antrean kendaraan yang mulai mengganggu mobilitas dan aktivitas pengguna jalan lainnya.
“Pemko Banjarbaru bersama jajaran dan juga Kapolres Banjarbaru langsung turun ke lapangan, dalam rangka memonitoring dan menindaklanjuti adanya keluhan masyarakat terkait apa yang memicu terjadinya antrian panjang di SPBU,” ujar Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby
Selain memantau situasi fisik antrean, Wali Kota juga menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan para petugas SPBU guna mengecek kondisi dan kelancaran pasokan.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk wilayah Banjarbaru dipastikan dalam kondisi stabil dan tercukupi.
“Kami hadir guna memastikan ketersediaan BBM untuk Banjarbaru, Insya Allah aman. Masyarakat jangan panic buying, karena pemerintah daerah menjamin stok BBM aman secara nasional,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut untuk menjaga ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas di area sekitar SPBU, personel gabungan akan disiagakan. Tim yang terdiri dari unsur Polsek, Satlantas, Satpol PP, hingga Unit Sabhara akan ditempatkan di titik-titik rawan.
Penempatan petugas ini bertujuan untuk mengatur antrean kendaraan agar tetap tertib, terkendali, dan tidak mengganggu kenyamanan aktivitas masyarakat umum.
Salah satu warga yang mengantre, Andre mengatakan jika ia termakan kabar terkait kenaikan harga untuk BBM khususnya yang bersubsidi.
“Yang saya dengar itu harga Pertalite mau naik juga. Terus kuota BBM di kurangi kan, jadi ikut ngantre juga. Tapi ini tadi masih normal harganya,” ungkap pengendara roda dua itu, Rabu (13/05/2026) sore.
Andre berharap, agar pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi.
“Saat ini banyak masyarakat yang kondisinya sedang susah, harga ini itu naik. Jadi tolong lah untuk BBM bersubsidi ini jangan ikut naik juga,” tukasnya.





