INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Industri game Indonesia kembali mencuri perhatian internasional. Kali ini datang dari game simulasi kereta berjudul RUNNING TRAIN yang resmi dirilis dalam versi Early Access di platform Steam pada 25 Mei 2026.
Yang membuat banyak pemain terkejut, game dengan visual realistis tersebut ternyata dikembangkan oleh studio indie asal Indonesia, Novatetsu Games.
Sejak hari pertama perilisannya, RUNNING TRAIN langsung ramai dibahas komunitas gamer Jepang. Banyak pemain memuji detail visual dan suasana Jepang yang berhasil dihadirkan dalam game tersebut.
Baca juga: Ketika Algoritma Lebih Mengenal Kita daripada Teman Sendiri
RUNNING TRAIN menawarkan pengalaman menjadi seorang masinis kereta yang bertugas mengantar penumpang dengan aman dan tepat waktu. Pemain akan melewati berbagai jalur dengan nuansa khas Jepang, mulai dari rel di pinggir pantai hingga kawasan pedesaan yang tenang.
Game ini menghadirkan dua rute utama, yakni Hayamori Railway dan Takafuku Railway. Masing-masing memiliki suasana perjalanan dan tantangan berbeda yang membuat pengalaman bermain terasa lebih hidup.
Meski mengusung konsep simulasi, gameplay RUNNING TRAIN dibuat cukup sederhana agar mudah dimainkan pemain baru. Namun, Novatetsu Games juga menyediakan sejumlah fitur tambahan bagi pemain yang ingin merasakan sensasi simulasi lebih realistis.
Beberapa fitur tersebut di antaranya hard mode, opsi menyembunyikan tampilan antarmuka (UI), hingga fitur menghilangkan speedometer agar pengalaman mengemudi terasa lebih imersif.
Di Steam, game ini langsung dibanjiri ulasan positif, terutama dari pemain Jepang. Banyak gamer memuji kualitas grafis yang dianggap sangat realistis dan atmosferik.
Tidak sedikit pula yang mengaku terkejut karena game dengan kualitas visual seperti itu ternyata dibuat oleh developer indie secara mandiri.
Berkat respons positif tersebut, RUNNING TRAIN berhasil debut dengan rating “Sangat Positif” di Steam hanya dalam waktu singkat setelah perilisannya.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa developer game Indonesia mulai semakin diperhitungkan di pasar internasional, khususnya dalam genre simulasi yang selama ini didominasi studio luar negeri.





