INTERAKSI.CO, Pelaihari – Ketidakhadiran anggota DPRD Tanah Laut saat aksi unjuk rasa mahasiswa di kantor DPRD setempat mendapat penjelasan dari Sekretaris DPRD Tanah Laut, Gentry Yuliantono.
Menurutnya, para legislator sedang melaksanakan agenda kedinasan di Jakarta dan Bogor yang telah ditetapkan jauh sebelum aksi berlangsung. Salah satu kegiatan yang dijalankan adalah koordinasi dengan kementerian terkait upaya memperjuangkan kebutuhan solar subsidi bagi nelayan.
Gentry mengatakan pembahasan tersebut mencakup persoalan distribusi solar subsidi di wilayah pesisir, termasuk Desa Tabanio dan Kuala Tambangan, serta usulan penambahan kuota bagi nelayan yang selama ini menghadapi keterbatasan pasokan.
Untuk menindaklanjuti aspirasi mahasiswa, pihak DPRD berencana memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) setelah seluruh anggota dewan kembali ke Tanah Laut. Forum itu nantinya dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk memperoleh penjelasan langsung mengenai hasil koordinasi DPRD dengan pemerintah pusat.
Ia juga menyebut informasi mengenai rencana demonstrasi baru diterimanya pada malam hari sebelum aksi digelar. Sementara itu, para anggota DPRD telah berangkat ke Jakarta sejak Minggu sore untuk menjalankan tugas yang telah dijadwalkan.
“Apabila para anggota tidak sedang bertugas ke luar daerah, tentu mereka akan hadir menemui massa aksi,” ujarnya.
Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa Tuntung Pandang yang terdiri dari unsur BEM dan DPM Politala serta HMI Tanah Laut menggelar aksi di Kantor DPRD Tala. Dalam aksi tersebut, massa diterima oleh Sekretaris DPRD dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Tanah Laut, Muhammad Kusri.
Mahasiswa menyampaikan kekecewaan karena tidak ada anggota DPRD yang hadir secara langsung. Namun, pihak sekretariat menegaskan ketidakhadiran para legislator disebabkan pelaksanaan tugas luar daerah yang telah diagendakan sebelumnya.




