INTERAKSI.CO, Batulicin – Petani di Kecamatan Kusan Hilir dan Kusan Tengah mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi yang menghilang dari pasokan kios selama empat pekan terakhir.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tanah Bumbu mengonfirmasi terhentinya pasokan dipicu pergantian direksi di Perusda PT Batulicin Jaya Utama (BJU) selaku distributor resmi, dan berjanji menyelesaikan masalah tersebut dalam pekan ini.

​Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh para petani setempat. Mereka mengaku pasokan pupuk subsidi sempat keluar pada Juni lalu. Namun, memasuki pertengahan Juli, penyaluran pupuk justru mandek total hingga empat minggu lamanya.

​”Kami bingung, pas dikonfirmasi ke pihak kios, jawabannya pupuk belum masuk. Padahal jadwal dan waktu mupuk tanaman kami sudah masuk,” ujar Umi, salah satu petani di Kusan Hilir.

​Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Bidang Penyuluhan, Prasarana dan Sarana (P2SP) DKPP Tanah Bumbu, Erwin Novikar membenarkan adanya kendala teknis pada rantai distribusi di tingkat penyalur resmi.

​”Untuk permasalahan pupuk, kendalanya memang ada di level distributor, dalam hal ini Perusda PT BJU selaku distributor pupuk subsidi di Tanah Bumbu. Hal ini disebabkan adanya perubahan jajaran direktur di internal perusahaan,” terang Erwin kepada interaksidotco, Selasa (21/7/2026).

​Meski demikian, Erwin memastikan bahwa persoalan kelangkaan ini tidak akan berlarut-larut. Berdasarkan koordinasi bersama manajemen Perusda BJU, serta instruksi tegas dari Bupati Tanah Bumbu, persoalan administrasi dan kendala penyaluran tersebut ditargetkan rampung dalam pekan ini.

​”Sesuai instruksi Bapak Bupati, permasalahan distribusi pupuk subsidi ini wajib diselesaikan dalam minggu ini juga agar kebutuhan para petani di lapangan dapat segera terpenuhi,” pungkasnya.

Author