INTERAKSI.CO, Banjarmasin – LK3 Banjarmasin dan Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (STT GKE), perkuat kolaborasi lintas iman di Banjarmasin. Kerja sama ini dilakukan sebagai upaya mendorong kerja bersama lintas agama dalam praktikum kehidupan bermasyarakat.

Kolaborasi tersebut berlangsung menjelang Konferensi Refleksi Advokasi KBB di Indonesia 2026 yang akan digelar di Banjarmasin pada 21–25 September 2026.

Komitmen kerja sama kemudian dituangkan dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani pada Rabu (20/8). Berlaku selama lima tahun, kerja sama itu mencakup penelitian, pendidikan, dan kampanye bersama.

Direktur LK3 Banjarmasin, Abdani Solihin, mengatakan MoU tersebut bertujuan memperkuat hubungan yang telah lama terjalin dengan STT GKE. Kedua lembaga akan memperluas kerja sama pada isu toleransi, pluralisme, spiritualitas, gender, dan ekologi.

“Hubungan baik ini sekarang kami jewantahkan dalam bentuk MoU,” ujarnya.

Abdani menilai keberagaman merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Banjarmasin. Karena itu, masyarakat perlu memperbanyak ruang perjumpaan lintas iman untuk membangun pemahaman dan mencegah perbedaan berkembang menjadi konflik.

“Kita mesti rawat perbedaan, perlu banyak-banyak kerja sama dan saling paham,” katanya.

Ketua STT GKE Banjarmasin Pdt Sanon mengatakan, STT GKE telah menempatkan toleransi sebagai bagian dari pendidikan dan kerja sosial. Produk seperti Forum Dialog Kalsel (Forlog), Buletin Rakat, serta kegiatan seminar dan aksi kemanusiaan, pernah dilaksanakan bersama.

Ia berharap kolaborasi dengan LK3 dapat memperbanyak perjumpaan lintas iman dalam kehidupan sehari-hari.

“Semangat toleransi kami tempatkan menjadi spirit penggerak bersama,” katanya.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya Banjarmasin memperkuat toleransi. Pasalnya, pada 2023, pemerintah Kota Banjarmasin meraih penghargaan kategori Kebijakan Toleran Terbaik dalam Indeks Kota Toleran (IKT)

Kemudian, memiliki Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat.

Oleh karenanya, pasca dua tahun bertahan di posisi 15 besar, Pemkot Banjarmasin menargetkan masuk 10 besar kota toleran pada 2026.

Kolaborasi LK3 dan STT GKE diharapkan memperkuat target tersebut dengan mendorong toleransi tidak berhenti pada regulasi dan predikat, tetapi hadir dalam relasi warga lintas iman sehari-hari.

Author