INTERAKSI.CO, Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2026 berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi dan biaya kesehatan hingga Rp565,03 triliun. Angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan data kumulatif hingga 20 Oktober 2026.
Dari total potensi kerugian tersebut, dampak terhadap aset fisik dan aktivitas ekonomi diperkirakan mencapai Rp340,38 triliun. Nilai itu setara dengan 2,69 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Karhutla juga berpotensi mengurangi penerimaan pajak daerah hingga Rp4,06 triliun. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak kebakaran tidak hanya dirasakan melalui kerusakan lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap kegiatan usaha dan pendapatan pemerintah daerah.
Berdasarkan sektor usaha, sekitar 77 persen kerugian ekonomi berasal dari sektor kehutanan dan penebangan kayu. Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang kerugian berikutnya.
Di luar kerugian ekonomi, karhutla turut meningkatkan beban kesehatan masyarakat. Paparan asap kebakaran, terutama di wilayah terdampak, berisiko memicu gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Biaya kesehatan langsung dan tidak langsung bagi masyarakat yang telah terdiagnosis ISPA diperkirakan mencapai Rp19,20 triliun.
Nilai tersebut dapat meningkat signifikan apabila perhitungan turut memasukkan masyarakat yang mengalami gejala ISPA, meskipun belum mendapatkan diagnosis medis. Dalam skenario ini, total biaya kesehatan diperkirakan mencapai Rp224,65 triliun.
Besarnya angka tersebut memperlihatkan bahwa dampak karhutla tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Masyarakat masih harus menghadapi risiko kesehatan dan biaya pengobatan, sedangkan sektor ekonomi membutuhkan waktu untuk memulihkan aktivitasnya.
Dengan potensi kerugian ekonomi dan kesehatan yang mencapai ratusan triliun rupiah, penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api. Upaya pencegahan, pengawasan kawasan rawan kebakaran, pemulihan lingkungan, serta perlindungan kesehatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mengurangi dampaknya.





