INTERAKSI.CO, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di Aceh dan Sumatera Utara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem akibat pengaruh bibit siklon tropis 98B di Teluk Benggala.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan fenomena tersebut diperkirakan memengaruhi dinamika atmosfer di kedua provinsi selama sepekan ke depan.
Pengaruh bibit siklon itu berpotensi memicu hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Hujan juga dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari.
BNPB meminta masyarakat tidak mengabaikan perubahan cuaca, khususnya ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu lama. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.
Salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah tanah longsor, terutama di kawasan lereng, perbukitan, dan daerah dengan kondisi tanah yang rentan. Warga yang tinggal di wilayah rawan longsor diminta memperhatikan perubahan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal.
Tanda-tanda seperti munculnya retakan tanah, pergerakan lereng, atau aliran air yang tidak biasa perlu mendapat perhatian. Jika kondisi dinilai membahayakan, warga sebaiknya segera menjauh dari area berisiko dan mengikuti arahan petugas setempat.
Peringatan juga ditujukan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir serta para nelayan. Mereka diminta memantau informasi prakiraan cuaca dan kondisi gelombang laut sebelum melakukan aktivitas di perairan.
Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Nelayan juga diimbau mempertimbangkan kondisi laut sebelum memutuskan untuk melaut.
BNPB mengingatkan masyarakat agar terus mengikuti informasi resmi dari instansi terkait dan meningkatkan kesiapsiagaan selama periode potensi cuaca ekstrem berlangsung. Kewaspadaan diperlukan untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana.
Dengan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang laut yang perlu diantisipasi, masyarakat di Aceh dan Sumatera Utara diharapkan dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi cuaca.





