INTERAKSI.CO, Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, bergerak cepat merespons bencana abrasi laut yang terjadi di RT 001 RW 001 Desa Pantai, Kecamatan Kelumpang Selatan. Bantuan langsung disalurkan kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan penanganan darurat.
Bupati Kotabaru H. M. Rusli melalui Kepala Pelaksana BPBD Kotabaru, Hendra Indrayana, menyampaikan bahwa korban telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Selain itu, kebutuhan dasar juga telah diberikan kepada warga yang terdampak.
“Korban sudah dievakuasi dan bantuan logistik dasar telah diserahkan,” ujarnya, Jumat.
Peristiwa abrasi tersebut terjadi pada Kamis, 2 April 2026 sekitar pukul 18.45 Wita. Sebuah rumah berukuran 5×12 meter dengan konstruksi kayu dan pondasi tiang pancang dilaporkan roboh total ke arah laut.
Sebelumnya, pada Rabu (1/4), pemilik rumah telah menyadari adanya perubahan pada struktur bangunan. Bagian pondasi belakang terlihat semakin miring akibat tiang pancang yang mulai amblas ke dalam tanah berlumpur.
Saat kondisi semakin memburuk, warga sekitar sigap membantu proses evakuasi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp23 juta.
BPBD Kotabaru juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan untuk menindaklanjuti bantuan perbaikan rumah bagi korban terdampak.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi beras 10 kilogram, minyak goreng, gula, mie instan, sarden, kecap, kopi, teh, serta perlengkapan rumah tangga seperti piring, gelas, sendok, tikar, kasur, selimut, dan paket kebersihan.
Sementara itu, Camat Kelumpang Selatan, Sugeng, mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam menangani bencana tersebut. Ia menegaskan bahwa Desa Pantai merupakan kawasan pesisir dengan tingkat risiko tinggi terhadap bencana alam.
“Hampir 90 persen warga tinggal di wilayah pesisir, sehingga rawan terhadap abrasi dan banjir rob,” katanya.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama saat kondisi cuaca ekstrem.





