INTERAKSI.CO, Batulicin — Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Tanah Bumbu resmi menggelar Festival Sepak Bola Anak 7 vs 7 U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026 regional Tanah Bumbu.
Hari pertama kompetisi yang menjadi ajang pembinaan usia dini ini dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Batulicin Jaya, Kecamatan Batulicin, Sabtu (16/5/2026).
Turnamen format 7 vs 7 ini merupakan program perdana yang diinisiasi oleh PSSI pusat pada tahun ini. Untuk regional Tanah Bumbu sendiri, festival ini diikuti oleh total 14 tim kategori U-12 dan 5 tim kategori U-10 yang berasal dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) serta klub usia dini setempat.
Jumlah partisipasi SSB dari Tanah Bumbu ini bahkan tercatat sebagai yang terbanyak se-Kalimantan Selatan, khususnya untuk kategori U-12.
Pada hari pertama, kompetisi sengit tersaji di kategori U-12. Tim Bunati Putra berhasil keluar sebagai juara pertama setelah menumbangkan Perseker di babak final dengan skor meyakinkan 2-0. Sementara itu, posisi juara tiga bersama harus rela dibagi oleh Kingkong FC dan Suka Damai.
Adapun untuk pertandingan kategori U-10 dijadwalkan baru akan bergulir pada Minggu (17/5/2026).
Ketua Askab PSSI Tanah Bumbu, H. M. Syaripuddin atau yang akrab disapa Bang Dhin menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kompetisi mencari pemenang, melainkan bagian dari upaya besar membangun fondasi dan ekosistem sepak bola daerah sejak usia dini.
“Sepak bola anak harus kita jadikan ruang pembinaan, bukan hanya ruang pertandingan. Dari lapangan-lapangan seperti inilah bibit pemain masa depan lahir,” ujar Bang Dhin kepada Interaksidotco, Sabtu (16/5/2026) petang.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekosistem sepak bola di Tanah Bumbu terus menunjukkan tren positif. Hal ini dibuktikan dengan prestasi tim sepak bola Tanah Bumbu yang sukses menembus posisi tiga besar dalam dua pelaksanaan Porprov terakhir.
Berbeda dengan turnamen antar-SSB lokal yang biasa digelar sebelumnya, Festival Piala Presiden 2026 ini menerapkan sistem kompetisi berjenjang.
Tim yang berhasil menjadi juara di tingkat kabupaten akan didelegasikan untuk mewakili Tanah Bumbu di tingkat provinsi. Selanjutnya, juara di tingkat provinsi akan melaju membawa nama Kalimantan Selatan ke putaran nasional.
Mengingat regulasi turnamen ini baru pertama kali diterapkan, Bang Dhin mengaku tidak mematok target yang muluk-muluk bagi tim perwakilan Tanah Bumbu nantinya.
Fokus utama Askab saat ini adalah memberikan pengalaman bertanding bagi para atlet muda.
“Yang penting para pemain muda ini dapat jam terbang dulu. Supaya jika kita bina secara terus-menerus, akan ada generasi yang meneruskan di laga kejuaraan seperti Popda dan Porprov,” pungkasnya.
Editor: Puja Mandela





