INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Kalimantan Selatan resmi menetapkan H. M. Syaripuddin sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi PERBASI Kalimantan Selatan periode 2026–2029.

Penetapan tersebut berlangsung dalam Musda yang digelar di Hotel Artotel Grand Maya, Banjarbaru, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan dihadiri perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Selatan, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan, serta seluruh pengurus PERBASI kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan.

Mengusung tema “Satu Visi, Satu Langkah: Kalimantan Selatan Bersatu untuk Kemajuan Bola Basket, Melangkah Bersama Menuju Prestasi Nasional dan Internasional”, kepengurusan baru menegaskan komitmennya untuk membangun sistem pembinaan basket yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Baca juga: Tim Basket Pelajar Banjarmasin Juara POPDA Kalsel 2026

Dalam sambutannya, H. M. Syaripuddin atau yang akrab disapa Bang Dhin menegaskan bahwa jabatan yang diembannya merupakan amanah besar yang harus dijalankan bersama seluruh elemen basket di Kalimantan Selatan.

“Amanah ini saya terima bukan sebagai penghargaan, melainkan sebagai tanggung jawab bersama yang harus kita tunaikan. Prestasi tidak lahir dari kerja satu orang, tetapi dari kerja sebuah ekosistem. Karena itu, kita harus melangkah dengan satu visi dan satu langkah,” ujarnya.

Bang Dhin menilai Kalimantan Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga basket. Hal itu terlihat dari tumbuhnya komunitas basket, klub, pelajar, hingga mahasiswa di berbagai daerah seperti Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut, Tanah Bumbu, hingga wilayah Hulu Sungai.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, mulai dari kesenjangan fasilitas olahraga antardaerah, kompetisi yang belum berjalan merata, minimnya basis data atlet, hingga sistem pembinaan yang belum sepenuhnya berjenjang.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PERBASI Kalsel periode 2026–2029 menyiapkan enam program prioritas. Program tersebut meliputi pembangunan database dan pemetaan potensi basket daerah, penataan liga dan kejuaraan berjenjang dari tingkat sekolah hingga provinsi, peningkatan kompetensi pelatih dan wasit, pembangunan sentra pembinaan atlet, standarisasi fasilitas dan venue pertandingan, serta penguatan pendanaan, sponsor, dan media basket Banua.

Seluruh program tersebut akan dijalankan melalui roadmap yang terukur. Pada tiga bulan pertama, fokus diarahkan pada audit organisasi, penyusunan database atlet, dan penetapan kalender kompetisi.

Selanjutnya, sepanjang tahun pertama kepengurusan akan digelar berbagai liga dan program peningkatan kapasitas pelatih serta wasit. Memasuki periode 2027–2028, PERBASI Kalsel menargetkan penguatan sentra pembinaan atlet dan pengembangan platform statistik basket daerah.

Sementara itu, pada 2029, PERBASI Kalsel menargetkan lahirnya tim basket yang kompetitif, klub-klub daerah yang semakin kuat, fasilitas yang lebih merata, serta atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga menembus seleksi tim nasional Indonesia.

“Kami ingin nama Kalimantan Selatan tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mampu berbicara di pentas internasional melalui prestasi olahraga basket,” tegas Bang Dhin.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, KONI, dunia usaha, sekolah, perguruan tinggi, media, atlet, hingga orang tua untuk bersama-sama mendukung kemajuan basket di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, KONI Kalimantan Selatan menyambut positif terpilihnya kepengurusan baru PERBASI Kalsel. Organisasi olahraga tersebut berharap PERBASI dapat menjadi salah satu motor penggerak prestasi olahraga daerah dalam beberapa tahun ke depan.

Musda PERBASI Kalimantan Selatan 2026 ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan bola basket Banua tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan event semata, tetapi berkembang menjadi sistem pembinaan prestasi yang berkelanjutan dan mampu melahirkan atlet-atlet berkualitas.

Author