INTERAKSI.CO, Batulicin – Sejumlah rekomendasi lintas instansi mewarnai pembahasan program dan pelayanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tanah Bumbu.

Hal ini mencuat dalam Forum Konsultasi Publik pembahasan peninjauan ulang standar pelayanan Dispersip di Studio mini Kantor Dispersip, Selasa (5/5/2026) siang.

Forum ini menghadirkan perwakilan kelompok pegiat literasi, instansi pemerintah, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tanah Bumbu.

Dispersip Tanah Bumbu
Hasni Maulida, dari SLBN Tanah Bumbu

Perwakilan SLBN Tanah Bumbu, Hasni Maulida, menyoroti pentingnya fasilitas inklusif bagi anak berkebutuhan khusus agar akses layanan lebih aman dan nyaman.

“Perlu dipastikan apakah fasilitas dasar seperti akses ramah disabilitas, buku braille, hingga pendamping bahasa isyarat sudah tersedia agar anak-anak kami merasa terlayani saat berkunjung,” ujar Hasni.

Baca juga: Pemkab Tanah Bumbu Gelar Pelatihan Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak 2026

Ia juga mendorong adanya otomasi perpustakaan dan kerja sama sirkulasi buku untuk memperkaya bahan ajar di sekolah.

Senada, perwakilan Batulicin Community Center (BCC), Anang Azmi, menekankan pentingnya pemerataan layanan hingga ke desa serta penguatan koleksi sejarah lokal yang dirasa masih minim.

“Kami berharap ada pemerataan layanan hingga pelosok desa. Selain itu, stok buku sejarah tentang Tanah Bumbu perlu ditingkatkan karena referensi tersebut saat ini masih sangat minim,” ungkap perwakilan BCC.

Sementara itu, Puja Mandela dari Yayasan Rumah Pena Beraksi mengusulkan agar forum seperti ini melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.

“Kami mengusulkan forum ini melibatkan lebih banyak masyarakat ke depannya. Dispersip juga perlu memperbanyak program kelas kecil yang berkelanjutan,” tegasnya.

Untuk mendukung peningkatan program Dispersip Tanah Bumbu, Puja menyebut bahwa pihaknya juga berencana menyerahkan sejumlah rekomendasi tertulis.

Menanggapi itu, Penata Layanan Operasional Pengembangan Perpustakaan Dispersip Tanah Bumbu, Kahar, menyatakan pihaknya berkomitmen untuk meramu seluruh masukan tersebut menjadi langkah perbaikan layanan.

“Kami akan menindaklanjuti semua usulan tadi, baik itu pembenahan fasilitas disabilitas maupun digitalisasi perpustakaan sekolah. Untuk pemerataan ke desa, kami siapkan sistem rotasi koleksi dan mengupayakan program edukasi ke depan tidak hanya seremonial, tapi berkelanjutan,” jelas Kahar.

Kahar berharap melalui peninjauan standar pelayanan ini, Dispersip Tanah Bumbu dapat memberikan akses literasi yang lebih luas dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Editor: Zulfikar

Author