INTERAKSI.CO, Jakarta – Pengurus Provinsi IESPA Kalimantan Selatan menyampaikan sejumlah harapan kepada kepengurusan nasional yang baru terpilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) IESPA 2026.

Aspirasi tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen Kalsel untuk ikut berkontribusi dalam membangun ekosistem esports Indonesia yang lebih inklusif, profesional, dan berdaya saing.

Munas IESPA 2026 yang berlangsung pada 5–6 Juni 2026 di Jakarta menjadi momentum penting bagi perkembangan esports nasional.

Bagi Kalimantan Selatan, agenda tersebut juga memiliki makna khusus karena berlangsung setelah suksesnya Musyawarah Provinsi (Musprov) pertama IESPA Kalsel yang digelar pada 14 Maret 2026 di Banjarmasin.

Baca juga: Donor Darah Oi Kalsel, Merawat Semangat Kebangkitan Lewat Aksi Kemanusiaan

Dalam Musprov tersebut, M Syaifuddin atau yang akrab disapa Bang Dhin kembali dipercaya memimpin IESPA Kalimantan Selatan untuk periode 2026–2031 melalui mekanisme aklamasi.

Bang Dhin menegaskan bahwa Kalimantan Selatan siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan esports nasional dan mendukung penuh kepengurusan IESPA pusat yang baru.

“Kami mendukung penuh kepengurusan IESPA nasional yang baru. Kalsel siap menjadi mitra aktif, bukan sekadar peserta. Harapan kami satu, jangan biarkan daerah berjalan sendiri. Bersama, kita bisa mewujudkan ekosistem esports yang benar-benar merata dari pusat hingga ke pelosok Banua,” ujarnya.

Lima Harapan untuk IESPA Nasional

Dalam momentum Munas 2026, IESPA Kalsel menyampaikan lima poin harapan yang dinilai penting untuk memperkuat sinergi antara pusat dan daerah.

Harapan pertama adalah penguatan koordinasi dan komunikasi antara pengurus pusat dan provinsi. IESPA Kalsel mengusulkan adanya rapat koordinasi berkala, sistem pelaporan digital, serta pedoman program yang terstandarisasi agar sinergi dapat berjalan lebih efektif.

Kedua, dukungan terhadap pembinaan atlet daerah melalui sistem kompetisi berjenjang yang terstruktur mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional. Program tersebut dinilai penting untuk menciptakan jalur prestasi yang jelas bagi atlet esports di daerah.

Ketiga, IESPA Kalsel berharap adanya standarisasi tata kelola organisasi di tingkat provinsi. Pendampingan terkait implementasi AD/ART, penyusunan program kerja, hingga penguatan organisasi kabupaten/kota dianggap penting untuk memperkuat fondasi organisasi.

Keempat, dukungan dalam membangun kemitraan dengan pemerintah daerah dan sektor swasta. Menurut IESPA Kalsel, rekomendasi dan dukungan resmi dari pengurus pusat akan membantu meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan di daerah.

Kelima, perlindungan serta penghargaan bagi atlet esports berprestasi. IESPA Kalsel berharap adanya sistem yang menjamin kesempatan atlet daerah mengikuti seleksi nasional, sekaligus memberikan perlindungan melalui standar kontrak dan mekanisme penyelesaian sengketa yang adil.

Esports Jadi Ruang Prestasi Generasi Muda

Bang Dhin menilai esports saat ini bukan lagi sekadar hiburan digital, melainkan telah berkembang menjadi ruang prestasi dan industri yang menjanjikan bagi generasi muda.

Menurutnya, keberadaan sistem pembinaan yang terstruktur akan membuka lebih banyak peluang bagi talenta-talenta muda Kalimantan Selatan untuk berkembang dan berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

“Esports bukan sekadar permainan digital, tetapi ruang lahirnya prestasi, kreativitas, dan peluang masa depan bagi generasi muda. Kami ingin anak-anak muda Kalimantan Selatan memiliki jalur yang jelas untuk berkembang dan mendapatkan pengakuan di tingkat nasional,” katanya.

Melalui Munas IESPA 2026, IESPA Kalimantan Selatan berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pusat dan daerah sehingga cita-cita membangun ekosistem esports Indonesia yang inklusif, profesional, dan mendunia dapat terwujud secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Author