INTERAKSI.CO, Batulicin – Volume sampah di seluruh wilayah Kabupaten Tanah Bumbu yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) rata-rata mencapai 100 ton per hari.
Besarnya volume sampah tersebut mendorong Pemkab Tanah Bumbu memperkuat upaya pengurangan sampah dari sumbernya melalui Gerakan Aksi Pilah Sampah yang dideklarasikan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan berlangsung di halaman Mall Pelayanan Publik, Pasar Niaga Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, dan ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Gerakan Aksi Pilah Sampah dari Sumbernya oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tanah Bumbu, Yulian Herawati, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Aksi yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanah Bumbu tersebut mengedepankan gerakan berbasis komunitas untuk mewujudkan Bumi Bersujud yang bersih dan berkelanjutan.
Acara dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), para camat, lurah, kepala desa, kepala sekolah, organisasi wanita, serta berbagai komunitas peduli lingkungan.
Kepala DLH Tanah Bumbu, Muhammad Risdianadi, menjelaskan bahwa pembagian wadah sampah terpilah merupakan upaya pemerintah daerah untuk membiasakan pemilahan sampah sejak dari sumbernya, mulai dari lingkungan kantor pemerintahan hingga rumah tangga.
“Selain itu, saat ini kami juga terus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar sampah yang dikumpulkan di pembuangan akhir hanya residu,” ujarnya.
Melalui gerakan pilah sampah tersebut, DLH menargetkan pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA secara bertahap.
“Target kami volume sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang 0,25 persen,” kata Risdianadi.
Upaya tersebut sejalan dengan arahan Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, yang meminta seluruh aparatur wilayah menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Dalam sambutan yang dibacakan Sekda Yulian Herawati, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan kecamatan, desa, dan kelurahan sebagai pusat aksi nyata pelestarian lingkungan.
“Mari kita jadikan kecamatan, desa, dan kelurahan sebagai pusat aksi nyata menjaga lingkungan melalui semangat beraksi,” ujar Yulian membacakan amanat tertulis Bupati.
Bupati juga menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan harus dimulai dari langkah sederhana namun berdampak besar, yakni memilah sampah sejak dari sumbernya.
Langkah tersebut disinergikan dengan komitmen memperkuat Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari.
“Jadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk beraksi dan membangun budaya peduli lingkungan demi masa depan Kabupaten Tanah Bumbu yang lebih baik, maju, makmur, dan beradab,” lanjutnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, selain penandatanganan deklarasi, Sekda juga menyerahkan wadah sampah terpilah kepada Forkopimda serta bantuan bibit pohon durian dan rambutan kepada seluruh camat se-Tanah Bumbu untuk diteruskan ke desa-desa sebagai langkah konkret penghijauan daerah.
Acara ditutup dengan kerja bakti dan pemilahan sampah bersama di kawasan Pasar Niaga Bersujud.
Editor: Puja Mandela





