INTERAKSI.CO, Batulicin – Kecelakaan maut terjadi di kawasan Gunung Tinggi, Batulicin, Tanah Bumbu, belum lama ini. Akibatmya, satu balita meninggal dunia, dan korban lainnya menderita luka berat.

Mewakili keluarga korban, Andrianto Mokodompit, menolak permintaan damai dari terduga pelaku. Ia beralasan terduga pelaku yang mengemudikan mobil operasional tambang (Light Vehicle) sempat kabur usai kejadian.

“Keluarga memutuskan melanjutkan proses ini ke ranah hukum karena tidak ingin kejadian serupa terulang kembali,” katanya, Jumat (15/5/2026).

Unit Gakkum Satlantas Polres Tanah Bumbu, pihak keluarga menyatakan tidak ingin menempuh jalur damai. Pihak keluarga sangat menyayangkan perilaku pengemudi yang merupakan karyawan perusahaan subkontraktor tambang tersebut.

Selain diduga melarikan diri usai tabrakan, pengemudi disebut meninggalkan korban, termasuk seorang ibu hamil dan dua balita dalam kondisi tidak sadarkan diri di jalanan.

“Korban terpental sekitar 20 meter dan tidak ditemukan bekas pengereman di lokasi. Kami menyayangkan oknum yang langsung melarikan diri dan baru mencoba berkomunikasi dua hari setelah kejadian,” tambah Andrianto.

Hingga saat ini, ibu korban yang bernama Suhana yang sedang hamil dan anaknya yang berusia tiga tahun masih menjalani perawatan intensif di RSUD H Andi Abdurrahman Noor. Sementara korban meninggal dunia, berusia empat tahun, telah dimakamkan.

Menanggapi tuntutan keluarga, Kasat Lantas Polres Tanah Bumbu, Eka Guntar, menyatakan pihaknya masih menangani kasus tersebut.

“Nanti diinfokan, ya,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Kecelakaan tragis ini terjadi pada Selasa (12/5/2026) sore, saat motor Suzuki Burgman yang dikendarai Suhana ditabrak oleh kendaraan operasional tambang dari arah yang sama.

Polisi sebelumnya sempat menggunakan rekaman CCTV untuk mengidentifikasi kendaraan yang melarikan diri tersebut hingga akhirnya berhasil mengamankan terduga pelaku.

Editor: Puja Mandela

Author