INTERAKSI.CO, Katingan – Operasi pemberantasan peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis.

Seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur, sementara dua personel lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian usai insiden yang terjadi pada Kamis (2/7/2026) dini hari.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Harono membenarkan adanya korban dalam operasi tersebut. Ia menyatakan personel di lapangan saat ini mendapat dukungan dari Satbrimob Polda Kalimantan Tengah untuk melakukan pengamanan sekaligus pencarian terhadap dua anggota yang belum ditemukan.

Baca juga: PLN Targetkan Pemulihan Sistem Kelistrikan Kalselteng Rampung Akhir September 2026

Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat mengenai dugaan maraknya peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Tim Satresnarkoba kemudian bergerak menuju lokasi pada Rabu (1/7/2026) malam dengan sasaran seorang residivis kasus narkotika berinisial BIO beserta rekannya berinisial BUSU.

Setibanya di lokasi, petugas berhasil mengamankan salah satu target operasi. Namun situasi berubah ketika sejumlah anggota keluarga target melakukan perlawanan terhadap aparat.

Dalam kondisi yang semakin tidak terkendali, polisi sempat melepaskan tembakan peringatan. Karena situasi dinilai mengancam keselamatan petugas, dilakukan tindakan tegas terukur yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia.

Peristiwa tersebut kemudian memicu kemarahan massa yang berdatangan ke lokasi dengan membawa senjata tajam, balok kayu, hingga senjata api rakitan.

Menghadapi jumlah massa yang jauh lebih besar, tim kepolisian berupaya menyelamatkan diri sambil menunggu bantuan. Sebagian personel harus menyeberangi sungai dan berlindung di sebuah pulau kecil, sedangkan tim pendukung berhasil keluar dari lokasi setelah sempat mendapat hadangan di perjalanan.

Dalam proses penyelamatan itu, tiga anggota kepolisian mengalami kesulitan saat menyeberangi sungai. Satu personel dinyatakan gugur, sementara dua lainnya belum ditemukan hingga berita ini ditulis. Personel lain berhasil menyelamatkan diri dan kemudian dievakuasi tim gabungan.

Kapolres Katingan menyebutkan anggota yang gugur adalah Aipda Yudhi Perdana Putra. Sementara dua personel yang masih dalam pencarian masing-masing Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana.

Tim gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dan memperkuat pengamanan di Desa Tumbang Kalemei guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan susulan.

Jenazah anggota Polri yang gugur maupun warga sipil yang meninggal dunia telah dievakuasi ke rumah sakit untuk proses lebih lanjut. Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan operasi penindakan tersebut berujung tragedi.

Author