INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H.M. Syaripuddin atau Bang Dhin, menilai inovasi pelayanan kesehatan yang diterapkan RSUD dr. Iskak Tulungagung, Jawa Timur, layak dijadikan rujukan oleh pemerintah daerah, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD)

Menurut Bang Dhin, keberhasilan RSUD dr. Iskak tidak ditentukan oleh kemegahan bangunan atau kelengkapan peralatan medis, melainkan oleh perubahan sistem pelayanan yang menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

Secara konsep, kata dia, seluruh IGD memiliki kemampuan memberikan pelayanan cepat dan optimal, namun tantangan terbesar justru terletak pada implementasi di lapangan.

Baca juga: Shopping Funtastic 2025 QMall Banjarbaru Catat Transaksi Puluhan Miliar

Ia menjelaskan, salah satu keunggulan utama RSUD dr. Iskak adalah keberanian mengubah paradigma pelayanan kegawatdaruratan. Dalam sistem tersebut, IGD tidak menunggu pasien tiba untuk mulai bekerja, melainkan sudah bergerak sejak pasien masih berada di lapangan.

Dengan mekanisme ini, tenaga medis telah menerima informasi awal terkait kondisi pasien sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terarah saat pasien tiba di rumah sakit.

Inovasi pelayanan tersebut bahkan memperoleh pengakuan internasional dari International Hospital Federation (IHF) sebagai praktik pelayanan rumah sakit yang inovatif dan berdampak nyata terhadap keselamatan pasien.

Bang Dhin mengungkapkan terdapat tiga hambatan utama yang kerap dihadapi daerah dalam mengoptimalkan pelayanan IGD, yakni persoalan pembiayaan, keterbatasan sumber daya manusia, serta lemahnya koordinasi antar lembaga.

Untuk mengatasi hal tersebut, ia mendorong pemerintah daerah menyediakan dana pendamping layanan kegawatdaruratan sebagai penjamin sementara agar pasien dapat langsung dilayani tanpa terkendala status BPJS maupun urusan administrasi di awal.

Ia menegaskan, dalam kondisi darurat, penyelamatan nyawa harus menjadi prioritas utama, sementara administrasi dapat diselesaikan setelah pasien mendapatkan penanganan medis.

Selain aspek pembiayaan, Bang Dhin juga menekankan pentingnya koordinasi antar pemangku kepentingan melalui sistem yang terintegrasi. Menurutnya, pelayanan kegawatdaruratan tidak akan berjalan efektif jika setiap instansi bergerak sendiri tanpa komando dan komitmen bersama.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diharapkan dapat mempelajari serta mengadaptasi inovasi RSUD dr. Iskak dengan menyesuaikan karakteristik wilayah Kalsel yang luas dan memiliki tantangan akses layanan kesehatan.

Inovasi tersebut dinilai membuktikan bahwa rumah sakit daerah mampu bertransformasi menjadi institusi pelayanan publik yang cepat, humanis, dan berpihak kepada masyarakat apabila didukung kebijakan yang tepat.

Author