INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Seorang pria dengan inisial AG (33) tewas setelah menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang di kawasan Pekapuran, Banjarmasin Timur, Selasa malam (17/3).

Peristiwa berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 22.58 WITA di depan Mushola Darussalam, Jalan Pekapuran Raya RT 17 RW 2, Gang Seroja.

Berdasarkan tayangan CCTV di lokasi kejadian, insiden bermula saat segerombolan pelaku terlihat mengejar dua pria dari arah gang belakang menuju depan mushola.

Sementara terlihat dari arah berlawanan korban (AG), terlihat dikejar pelaku. Dua orang yang dikejar berhasil kabur, sementara AG terjatuh tepat di depan lokasi ibadah tersebut. Detik itu pun suasana menjadi mencekam sebab pelaku tanpa ampun mengayunkan parangnya ke korban, sampai tak berdaya.

Baca juga: Pengendara Motor Tewas Usai Terlindas Truk Tangki di Satui Tanah Bumbu

Tidak berselang lama kemudian, gerombolam pelaku lainnya datang dan langsung melakukan pengeroyokan secara brutal.

Gerombolan pelaku diketahui membawa senjata tajam seperti parang dan kumpang mandau, serta balok kayu yang digunakan untuk memukul korban.

Korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, mulai dari kepala hingga tangan kiri dan kaki kanan. Luka paling parah dilaporkan berada di bagian paha kanan atas, dengan kondisi sobekan cukup dalam hingga mendekati tulang.

Berdasarkan rekaman CCTV yang ada, korban sempat berusaha bangkit, meskipun dalam kondisi yang kritis. Dan, setelahnya masih sempat berteriak mengucapkan istighfar.

“Sempat mengucap ‘astaghfirullah… astaghfirullah…’ sambil berusaha bangun,” ujar Arif (20), salah satu warga setempat.

Namun, korban kembali terjatuh dan akhirnya tak sadarkan diri di lokasi kejadian.

Arif sempat mengaku mendapat kabar dari keluarganya terkait keributan tersebut. Pikirnya, hanya perkelahian seperti biasa yang sudah lumrah terjadi di sekitaran tempat tinggalnya.

“Pukul 11 malam mama menelpon. Saya kira perkelahian biasa, tapi ternyata parah,” ungkapnya.

Korban kemudian dievakuasi ke RS Ulin Banjarmasin. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan, sebelum kejadian ini sempat terjadi riwayat perkelahian antar sejumlah pihak saat kegiatan ronda malam di lingkungan tersebut. Namun, motif pasti pengeroyokan yang melibatkan sekitar 11 orang tersebut masih belum diketahui.

Aparat kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk kumpang mandau, dan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku.

Author