INTERAKSI.CO, Banjarmasin – NVIDIA kembali mengguncang pasar hardware lewat kehadiran GeForce RTX 5090 Founders Edition (FE), kartu grafis flagship terbaru dari lini RTX 50 Series yang pertama kali diperkenalkan di CES 2025.

Meski menyandang status model tertinggi, versi FE justru menjadi varian RTX 5090 dengan harga paling rendah dibanding model custom dari vendor lain, dengan banderol resmi USD 1.999.

Sorotan utama tentu tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah performanya benar-benar bisa dua kali lipat dari RTX 4090?

Baca juga: iPhone 17 Pro Edisi Steve Jobs Dibanderol Rp140 Juta, Ada Potongan Baju Asli Pendiri Apple

Dari sisi spesifikasi, RTX 5090 FE membawa arsitektur Blackwell terbaru dengan chip GB202. NVIDIA membekalinya dengan 21.760 CUDA Core, 170 RT Core generasi keempat, dan 680 Tensor Core generasi kelima yang diklaim mampu menghasilkan hingga 3.352 AI TOPS. Ini menjadikannya salah satu GPU paling bertenaga yang pernah dirilis untuk pasar konsumen.

Di sektor memori, peningkatannya juga sangat signifikan. RTX 5090 FE menggunakan 32 GB GDDR7 28 Gbps dengan bus 512-bit, menghasilkan bandwidth hingga 1.792 GB/s.

Sebagai perbandingan, RTX 4090 hanya berada di angka 1.008 GB/s. Lonjakan ini memberi dampak besar tidak hanya untuk gaming 4K ekstrem, tetapi juga beban kerja AI, rendering, dan komputasi kreatif.

Menariknya, NVIDIA mengubah pendekatan desain fisik. Jika generasi sebelumnya dikenal besar dan tebal, RTX 5090 FE justru hadir lebih ramping dengan dimensi 304 x 123,3 x 40,1 mm atau hanya memakan dua slot ekspansi. Ini menjadi nilai plus bagi pengguna PC high-end yang tetap menginginkan ruang casing lebih lega.

Sistem pendingin juga diperbarui melalui Double Flow Through Thermal Design, didukung dua kipas dan lima heatpipe untuk menjaga suhu tetap stabil meski TGP-nya menyentuh 575 watt.

Untuk pengujian, GPU ini dipasangkan dengan Ryzen 7 9800X3D, RAM DDR5 6400, serta monitor 4K. Kombinasi tersebut dirancang untuk menguji kemampuan maksimal kartu grafis flagship ini di berbagai skenario, mulai dari gaming berat hingga workload produktivitas.

Dengan dukungan DLSS 4, neural shaders, Reflex 2, serta kemampuan AI offline yang jauh lebih matang, RTX 5090 FE bukan sekadar peningkatan performa game, tetapi juga lompatan besar untuk komputasi generasi berikutnya.

Author