INTERAKSI.CO, Batulicin – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Korban Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Tahun 2026 yang berlangsung di Aula SMKN 1 Simpang Empat, Senin (4/5/2026).

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Deny Hariyanto menegaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Perlindungan terhadap perempuan dan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Namun, aparatur desa dan kelurahan memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Tanah Bumbu Percepat Penanganan Blankspot, 75 Persen Desa Sudah Terjangkau Internet

Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas aparatur di tingkat desa dan kelurahan agar mampu melakukan pencegahan sekaligus penanganan awal terhadap kasus kekerasan.

Ia menjelaskan, aparatur di tingkat akar rumput diharapkan memiliki pemahaman yang baik, keterampilan memadai, serta kepekaan sosial yang tinggi dalam menangani persoalan tersebut.

“Dengan bekal tersebut, aparatur desa dan kelurahan diharapkan menjadi ujung tombak dalam mencegah kekerasan serta memberikan penanganan awal yang cepat, tepat, dan berperspektif korban,” jelasnya.

Lebih lanjut, Deny mengingatkan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak kerap terjadi di lingkungan terdekat dan sering tidak terdeteksi.

Karena itu, dibutuhkan keberanian dan kepedulian dari masyarakat serta sistem yang responsif agar setiap kasus dapat segera diidentifikasi dan ditangani secara tepat.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta juga didorong untuk memanfaatkan forum sebagai sarana berbagi pengalaman dan meningkatkan kapasitas dalam menjalankan peran di wilayah masing-masing.

“Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, sehingga dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak melalui berbagai kebijakan dan program strategis.

Sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang aman, inklusif, dan berkeadilan, sejalan dengan visi pembangunan Tanah Bumbu yang maju, makmur, dan beradab.

Author