INTERAKSI.CO, Barcelona – Barcelona resmi memastikan gelar juara LaLiga musim 2025-2026 setelah menaklukkan rival abadinya, Real Madrid, dengan skor 2-0 pada laga El Clasico di Stadion Camp Nou, Senin (11/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut sekaligus memastikan Blaugrana mengunci trofi Liga Spanyol ke-29 sepanjang sejarah klub, meski kompetisi masih menyisakan tiga pertandingan lagi.
Barcelona tampil agresif sejak awal pertandingan. Marcus Rashford membuka keunggulan tuan rumah saat laga baru berjalan sembilan menit. Penyerang asal Inggris itu sukses memanfaatkan celah di lini pertahanan Real Madrid untuk membawa Barca unggul cepat 1-0.
Tak butuh waktu lama, Ferran Torres menggandakan keunggulan pada menit ke-18 melalui penyelesaian tajam di dalam kotak penalti. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Baca juga: Manchester United Ditahan Sunderland Tanpa Gol di Stadium of Light
Di babak kedua, Real Madrid mencoba bangkit dan meningkatkan intensitas serangan. Namun solidnya lini belakang Barcelona membuat Los Blancos gagal mencetak gol balasan hingga pertandingan berakhir.
Tambahan tiga poin membuat Barcelona mengoleksi 91 poin di puncak klasemen. Sementara Real Madrid tertahan di posisi kedua dengan 77 poin. Selisih 14 angka dipastikan tak lagi mampu dikejar Madrid karena kompetisi hanya menyisakan tiga laga.
Meski tengah diselimuti suasana duka, pelatih Barcelona Hansi Flick tetap mendampingi timnya di pinggir lapangan. Sebelum pertandingan berlangsung, Barcelona mengumumkan kabar meninggalnya ayah Flick.
Sebelum kick-off dimulai, seluruh stadion memberikan penghormatan melalui momen mengheningkan cipta selama satu menit.
“FC Barcelona dan seluruh keluarga blaugrana ingin menyampaikan semua cinta kami kepada Hansi Flick setelah meninggalnya ayahnya,” tulis pernyataan resmi klub.
Real Madrid juga turut menyampaikan belasungkawa kepada pelatih asal Jerman tersebut melalui pernyataan resmi klub sebelum pertandingan dimulai.
Usai laga, para pemain Barcelona merayakan keberhasilan mereka dengan mengangkat Hansi Flick di tengah lapangan sebagai bentuk penghormatan dan dukungan moral.
Keberhasilan ini menjadi trofi penting bagi Hansi Flick di musim pertamanya bersama Barcelona, sekaligus menandai kebangkitan Blaugrana di kompetisi domestik.





