INTERAKSI.CO, Pelaihari – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, memperluas pelaksanaan pasar murah hingga ke kecamatan dan desa. Langkah ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah dampak kemarau terhadap aktivitas pertanian.
Salah satu kegiatan pasar murah digelar di eks Terminal Tanah Habang, Kecamatan Pelaihari, Selasa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah melalui kolaborasi pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan sejumlah pemangku kepentingan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Tanah Laut, Hairul Rijal, mengatakan pemerintah daerah telah mengagendakan sekitar 40 kegiatan pasar murah sepanjang 2026.
Program tersebut dirancang untuk menjangkau masyarakat di seluruh kecamatan. Pemerintah daerah juga membuka peluang pelaksanaan pasar murah secara insidental melalui kerja sama dengan pihak swasta dan pemangku kepentingan lainnya.
“Jadi bukan hanya di Kota Pelaihari, tetapi juga di kecamatan-kecamatan dan desa-desa. Ini merupakan tugas kami untuk melayani masyarakat Tanah Laut,” ujar Hairul di Pelaihari, Selasa.
Menurutnya, perluasan jangkauan pasar murah bertujuan mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Upaya ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga ketika harga pangan mengalami kenaikan.
Pasar murah di eks Terminal Tanah Habang diselenggarakan Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan dengan dukungan Diskumdag Tanah Laut. Polres Tanah Laut turut memfasilitasi lokasi kegiatan sebagai bentuk sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas harga.
Hairul menjelaskan, kondisi kemarau yang berdampak terhadap aktivitas pertanian menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Lahan yang belum memungkinkan untuk ditanami berpotensi menghambat kegiatan produksi pangan dan memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat.
“Pasar murah diharapkan dapat membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat, terutama di tengah kondisi kemarau yang berdampak pada aktivitas pertanian,” katanya.
Selain melalui agenda yang telah disusun, Pemkab Tanah Laut juga membuka ruang kolaborasi dengan pihak swasta untuk menggelar pasar murah sesuai kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, pelaksanaan program tidak hanya bergantung pada jadwal rutin, tetapi dapat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Pemkab Tanah Laut berharap perluasan pasar murah dapat meningkatkan akses masyarakat perkotaan hingga perdesaan terhadap bahan kebutuhan pokok. Koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemangku kepentingan lainnya juga akan terus diperkuat untuk menjaga keterjangkauan harga serta daya beli masyarakat.





