INTERAKSI.CO, Batulicin – Puluhan guru SMAN 1 Kusan Hilir mengikuti Kelas Menulis Esai bersama jurnalis Puja Mandela, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan yang digagas Komunitas Belajar SMAN 1 Kusan Hilir ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Guru. Dalam kegiatan tersebut, Puja Mandela memberikan pembekalan mengenai cara praktis menulis esai kepada para guru.
Penulis yang juga musisi itu memulai materinya dengan mengajak peserta memahami bahwa menulis esai tidak harus berangkat dari persoalan besar. Hal-hal sederhana yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari justru bisa menjadi bahan tulisan yang menarik.

Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah mengamati sebuah peristiwa, menemukan persoalan di dalamnya, kemudian mengembangkan persoalan tersebut menjadi gagasan yang lebih luas.
Dalam materi bertajuk Cara Praktis Menulis Esai, Puja menjelaskan tiga cara membuka tulisan, yakni melalui adegan, dialog, atau langsung menyampaikan persoalan.
Menurutnya, pembukaan esai tidak harus selalu diawali dengan penjelasan panjang. Penulis bisa langsung menghadirkan sebuah peristiwa agar pembaca merasa terlibat sejak paragraf pertama.
Pria kelahiran Banjarmasin itu juga memperkenalkan pendekatan 5P dalam mengembangkan esai, yaitu Peristiwa, Pertanyaan, Perluasan, Perbandingan, dan Penegasan. Melalui pendekatan tersebut, penulis dapat mengolah kejadian sederhana menjadi tulisan yang memiliki gagasan dan sudut pandang.
Selain membahas teknik membuka dan mengembangkan tulisan, ia mengingatkan peserta agar menghindari gaya bahasa yang terlalu akademis, kaku, dan penuh penjelasan. Esai, menurutnya, perlu disampaikan dengan bahasa yang luwes, efektif, serta tetap memiliki argumentasi.
Koordinator kegiatan kepenulisan, Mainawati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya SMAN 1 Kusan Hilir menghadirkan cara berbeda dalam menyambut Hari Guru tahun ini.
“SMAN 1 Kusan Hilir kali ini beda menyikapi Hari Guru. Kita akan menggagas lomba menulis esai bagi guru. Tidak hanya itu, agar lomba menulis ini benar-benar objektif dan sesuai harapan kami, kami mendatangkan penulis Puja Mandela sebagai narasumber untuk memberikan pembekalan menulis bagi bapak dan ibu guru,” ujarnya.
Mainawati menambahkan, Puja Mandela juga akan bertindak sebagai juri dalam lomba menulis esai yang digagas sekolah tersebut.
Melalui kegiatan ini, dia berharap guru tidak hanya mendapatkan pengetahuan dasar mengenai penulisan esai, tetapi juga terdorong untuk menuangkan pengalaman, pengamatan, dan gagasan mereka ke dalam tulisan.





