INTERAKSI.CO, Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru mendorong pembentukan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di seluruh desa sebagai upaya memperkuat penyebarluasan informasi pembangunan dan meningkatkan partisipasi warga.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotabaru di Aula Masjid Apung Siring Laut, Kamis (5/11/2026).

Bupati Kotabaru Muhammad Rusli melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Minggu Basuki, menegaskan bahwa penyebarluasan informasi pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan masyarakat juga diperlukan agar komunikasi antara pemerintah dan warga berjalan dua arah.

Menurutnya, KIM diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang memungkinkan masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menyampaikan potensi daerah, aspirasi, serta kondisi nyata di lingkungan masing-masing.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Kotabaru menginstruksikan setiap desa membentuk minimal satu KIM melalui pemerintah desa.

Pendaftaran komunitas dilakukan secara digital menggunakan aplikasi khusus. Selanjutnya, data yang masuk akan divalidasi oleh admin tingkat kabupaten.

Sekretaris Diskominfo Kabupaten Kotabaru, Ahmad Junaidi, yang mewakili Kepala Diskominfo Hendra Indrayana, mengatakan perkembangan teknologi informasi memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk memperluas wawasan sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Ia berharap KIM dapat berkembang menjadi komunitas yang aktif, mandiri, dan kreatif. Dengan memanfaatkan teknologi digital, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan konten positif dan edukatif yang memberikan manfaat bagi kemajuan daerah.

Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan, Erlinda Puspita Ningrum, turut menyampaikan materi mengenai komunikasi publik dan literasi digital.

Ia menjelaskan bahwa komunikasi publik tidak sekadar menyampaikan pesan, tetapi juga memastikan informasi yang disebarluaskan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Erlinda juga menekankan pentingnya KIM sebagai penggerak literasi informasi. Kemampuan literasi digital yang baik dinilai dapat membantu masyarakat lebih bijak, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi informasi.

Melalui penguatan KIM, Pemkab Kotabaru berharap ekosistem informasi yang partisipatif dapat terbentuk hingga tingkat desa.

Keberadaan komunitas tersebut diharapkan mendorong masyarakat berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi yang valid, mempromosikan potensi lokal, menyampaikan aspirasi, serta ikut mengawal pembangunan Kabupaten Kotabaru secara berkelanjutan.

Author