INTERAKSI.CO, Kotabaru – Prajurit Yonif TP 884/Sa-Ijaan bergerak cepat membantu mengevakuasi seorang ibu hamil yang membutuhkan penanganan medis ke Rumah Sakit Pangeran Jaya Sumitra, Kabupaten Kotabaru.

Bantuan tersebut dilakukan setelah sejumlah prajurit menerima informasi mengenai seorang warga yang membutuhkan pertolongan. Tanpa menunggu lama, mereka langsung menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi.

Respons cepat itu dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan ibu dan calon bayi. Prajurit kemudian membantu membawa ibu hamil tersebut hingga mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Baca juga: Jembatan Pulau Kalimantan-Pulau Laut Dikebut, Proyek Ditargetkan Rampung 2028

Aksi tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian prajurit Yonif TP 884/Sa-Ijaan terhadap masyarakat di wilayah tugasnya. Selain menjalankan tugas utama menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, para prajurit juga berupaya hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

Komandan Yonif TP 884/Sa-Ijaan, Letkol Inf Priya Firmansyah, mengatakan tindakan membantu masyarakat merupakan bagian dari pengabdian prajurit kepada rakyat.

Menurutnya, kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak hanya ditunjukkan melalui pelaksanaan tugas pertahanan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kondisi warga di wilayah tugas.

“Tentu saja sebagai prajurit Yonif TP 884/Sa-Ijaan, membantu rakyat bukan sekadar tugas, melainkan sebuah panggilan jiwa dan pengabdian,” tutur Firmansyah.

Ia berharap respons cepat yang diberikan prajurit dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus membantu warga yang membutuhkan pertolongan dalam situasi darurat.

Bagi Yonif TP 884/Sa-Ijaan, kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas. Kehadiran prajurit di tengah warga diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Evakuasi ibu hamil tersebut menjadi salah satu contoh respons prajurit ketika masyarakat membutuhkan bantuan, terutama dalam kondisi yang membutuhkan penanganan medis segera.

Author