INTERAKSI.CO, Banda Aceh – Sejumlah penyintas bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang perlahan mulai kembali ke rumah masing-masing setelah berbulan-bulan mengungsi.

Meski sempat porak-poranda akibat lumpur dan kerusakan parah, upaya pemulihan kini mulai menunjukkan hasil.

Salah satu penyintas, Muhammad Hendra, mengaku telah kembali ke rumahnya beberapa hari lalu setelah proses pembersihan dan perbaikan selesai dilakukan.

“Saya sudah kembali ke rumah. Sebelumnya mengungsi di rumah orang tua karena kondisi rumah rusak dan tertimbun lumpur,” ujarnya.

Baca juga: Kasus Videografer Amsal Sitepu Disorot, Komisi III DPR Gelar RDPU Hari Ini

Hendra merupakan warga Bundar Village 1 Dusun Bahagia, Kampung Bundar, Kecamatan Karang Baru.

Ia menceritakan, saat bencana terjadi pada akhir November 2025, rumahnya tertimbun lumpur dengan ketinggian lebih dari satu meter. Kerusakan paling parah terjadi pada bagian atap dan plafon.

Proses pemulihan tidak berlangsung singkat. Pembersihan material lumpur akibat luapan Sungai Tamiang memakan waktu lebih dari satu setengah bulan. Setelah itu, ia melanjutkan dengan perbaikan rumah, mulai dari atap, plafon, hingga pengecatan ulang.

Selama masa tersebut, Hendra bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah orang tuanya di kawasan Simpang Opak.

Namun, di balik proses pemulihan itu, ada beban finansial yang tidak ringan. Hendra mengaku seluruh biaya pembersihan dan perbaikan rumah ditanggung secara mandiri. Ia bahkan harus menjual emas milik istrinya dan meminjam uang dari keluarga.

“Semua biaya dari kantong sendiri. Bantuan pemerintah yang dijanjikan sampai sekarang belum kami terima,” katanya.

Meski begitu, kondisi lingkungan kini mulai membaik. Akses listrik dan air bersih telah kembali normal, sementara kawasan permukiman sudah terbebas dari lumpur. Hanya saja, debu dari sisa material bencana masih terasa di beberapa titik jalan.

Kisah Hendra menjadi gambaran perjuangan penyintas lain di Aceh Tamiang yang berusaha bangkit dengan segala keterbatasan. Mereka berharap bantuan yang dijanjikan pemerintah dapat segera terealisasi untuk meringankan beban yang masih tersisa.

Author