INTERAKSI.CO, Pelaihari — Kabar duka datang dari dunia seni dan literasi di Kabupaten Tanah Laut. Seniman sekaligus pegiat literasi, Aditya Nugraha, meninggal dunia pada Selasa (20/5/2026) malam.
Almarhum wafat di usia 45 tahun. Semasa hidupnya, Aditya dikenal sebagai sosok yang aktif merangkul dan memotivasi generasi muda untuk terus berkarya di berbagai bidang seni.
Kepergian pria kelahiran 1981 itu meninggalkan duka mendalam bagi para pegiat seni di Tanah Laut. Aditya selama ini dikenal sebagai salah satu pionir dalam pengembangan ruang kreatif lintas genre, mulai dari musik, teater, sastra hingga perfilman.
Ia pernah menggagas komunitas sastra Literasi Senja, membidani rumah produksi Tadah Alas, hingga turut mendorong tumbuhnya komunitas Standup Indo Tala.
Tak hanya aktif di dunia seni, Aditya juga dikenal serius dalam mendorong peningkatan literasi dan keterampilan masyarakat melalui perannya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Tanah Laut.
Salah satu program yang pernah ia dorong adalah Rumah Belajar Modern (RBM), sebuah ruang pembelajaran yang menghadirkan berbagai kelas pengembangan diri seperti sastra, musik, lukis, teater, bahasa Inggris, bahasa Arab, sejarah, barista hingga baking.
“Tanah Laut telah kehilangan seniman yang selama ini menjadi pionir dalam berkesenian. Kami sebagai pegiat seni sangat kehilangan sosok leader yang mampu menghimpun serta mendorong untuk berkarya bersama, tanpa pamrih, tulus dan ikhlas,” kata Arif Rachman, salah satu seniman Kalsel yang saat ini menetap di Pelaihari, Rabu (20/5/2026).
“Selamat jalan kawan, begitu banyak rencana kita, tapi engkau sudah di sana. Walau kita tak lagi saling bercerita, namun namamu selalu ikut dalam kami berkarya,” tambah mantan Komisioner KPU Tanah Bumbu itu.
Aditya Nugraha diketahui merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Sosoknya dikenang sebagai pribadi hangat yang konsisten membangun ruang tumbuh bagi generasi muda di Tanah Laut.





