INTERAKSI.CO, Batulicin – Perhelatan budaya tahunan Mappanre Ri Tasi’e tahun ini kembali hidup. Sektor budaya, ekonomi, dan hiburan melaju bersamaan.

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, mengundang Slank, band dengan basis masa besar ke Pagatan. Keputusan ini berdampak pada meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Di hari pertama, saat Slank menjadi penampil utamanya, Atul, pedagang minuman asal Batulicin sampai kewalahan melayani pembeli.

Keuntungan bersih yang dikantongi Atul berkisar antara Rp500 ribu hingga lebih dari Rp1 juta per hari.

“Di hari pertama saat Slank tampil, pengunjung sangat ramai dari sore hingga malam. Omzetnya bahkan bisa menyentuh angka Rp1,5 juta dalam satu hari saja,” ujar Atul.

Arya, pedagang baju bekas asal Banjarmasin juga merasakan hal yang sama. Sebagai pemain lama yang sering berkeliling mengikuti expo di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, ia menempatkan Pesta Pantai Pagatan dalam daftar teratas event paling menguntungkan.

“Penghasilan bersih kami saat ini stabil di angka Rp600 ribu sampai Rp1 juta per hari. Dari sekian banyak acara tahunan di Kalsel, di sini termasuk yang paling ramai. Itulah alasan saya hampir setiap tahun tidak pernah absen mangkal di Pagatan,” jelas Arya.

Baca juga: Slank Geber Pantai Pagatan, Kaka dan Bang Arul Duet Nyanyikan Ku Tak Bisa

Baca juga: Bang Arul dan Kaka Slank Tanam Mangrove di Pagatan, Kolaborasi Hijaukan Pesisir

Sejak resmi dibuka pada Minggu (12/4/2026), puluhan stan terlihat memadati area pantai Pagatan hingga Lapangan 7 Februari.

Pantauan interaksidotco pada Selasa (14/4), variasi usaha yang ada di stan-stan tersebut sangat beragam, mulai dari kuliner kekinian, thrifting, aksesori, hingga jasa fotografi yang terus diserbu pengunjung, terutama menjelang sore hingga malam hari.

Ketua Lembaga Adat Ade Ogi Tanah Bumbu, Fawahisah Mahabatan, menjelaskan pada Pesta Pantai tahun ini, pihaknya merangkul lebih dari 160 pelaku usaha. Tidak hanya dari Kalimantan Selatan, tetapi juga merambah hingga Kalimantan Timur.

Meski begitu, Lembaga Adat Ade Ogi memberikan porsi lebih bagi pengusaha lokal Tanah Bumbu sebelum membuka kuota untuk peserta luar provinsi.

“Kami memberikan waktu 10 hari khusus bagi UMKM daerah untuk pendaftaran dan persiapan, jauh lebih lama dari biasanya yang hanya tiga hari. Ini instruksi langsung dari Bupati dan Sekda agar masyarakat lokal menjadi aktor utama dalam perputaran ekonomi,” ujar Fawahisah saat dikonfirmasi belum lama ini.

Ia menambahkan peran lembaga adat tahun ini difokuskan sebagai mentor dan fasilitator. “Sesuai filosofinya, pesta rakyat ini dari rakyat, oleh rakyat, dan kembali untuk rakyat,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela

Author