INTERAKSI.CO, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mendorong penguatan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam pengelolaan Meratus UNESCO Global Geopark.
Menurutnya, kolaborasi antarpihak diperlukan agar pengelolaan kawasan geopark semakin terarah, berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Muhidin melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Ariadi Noor saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pengelola Situs Meratus UNESCO Global Geopark Tahun 2026 di Berlian Meeting Room, Hotel Grand Qin, Banjarbaru, Selasa (22/9/2026) pagi.
Dalam sambutan yang dibacakan Ariadi, Muhidin menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM), pengelola situs, perangkat daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, serta masyarakat yang selama ini berkontribusi dalam pengelolaan Meratus.
Ia menilai Meratus merupakan warisan bersama masyarakat Kalimantan Selatan yang memiliki nilai penting dari berbagai aspek, mulai dari geologi, keanekaragaman hayati hingga kebudayaan.
“Di dalamnya tersimpan perjalanan panjang sejarah bumi, kekayaan keanekaragaman hayati, serta keragaman budaya dan kehidupan masyarakat yang telah berkembang dari generasi ke generasi,” ungkap Ariadi menyampaikan pesan Gubernur.
Karena itu, pengelolaan Meratus tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, badan pengelola, pengelola situs, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas hingga masyarakat memiliki peran yang saling berkaitan.
“Jika seluruh peran tersebut dapat disatukan dalam semangat kolaborasi, maka pengelolaan Meratus UNESCO Global Geopark akan menjadi semakin kuat, terarah, dan berkelanjutan,” katanya.
Muhidin juga mendorong agar pengelolaan geopark tidak berhenti pada upaya menjaga warisan geologi dan lingkungan. Meratus diharapkan turut mendukung pengembangan pariwisata, budaya, pendidikan, serta penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Persiapan Revalidasi UNESCO 2028
Plt. Ketua Harian BPGM Kalsel Iwan Fitriady mengatakan pengelolaan Meratus tidak boleh berhenti setelah mendapatkan status UNESCO Global Geopark.
“Pengelolaan Geopark Meratus tidak boleh berhenti pada memperoleh status, tetapi harus memastikan nilai-nilai Meratus benar-benar dilindungi, dipahami, dimanfaatkan secara berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Iwan menjelaskan, kawasan Geopark Meratus mencakup lintas wilayah dan lintas sektor. Karena itu, kolaborasi menjadi bagian penting dalam pengelolaannya.
Ia menyebut ada tiga aspek yang perlu terus diperkuat, yakni konservasi, edukasi dan penguatan ekonomi masyarakat.
Persiapan menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark pada 2028 juga menjadi perhatian. Waktu yang tersedia dinilai perlu dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas situs, menyusun program yang terukur, serta menunjukkan dampak nyata pengelolaan geopark bagi masyarakat.
“UNESCO memberikan pengakuan kepada Meratus, tetapi keberlanjutan Meratus ditentukan oleh apa yang kita lakukan bersama di lapangan,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas ESDM Kalsel Endarto mendorong penguatan koordinasi untuk mengidentifikasi berbagai tantangan pengelolaan Meratus di lapangan.
Tantangan tersebut mencakup pengelolaan situs, isu lingkungan, fasilitas interpretasi dan infrastruktur penunjang, partisipasi masyarakat hingga kesiapan pengembangan geowisata.
“Kita dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan, baik yang berkaitan dengan pengelolaan situs, isu lingkungan, fasilitas interpretasi dan infrastruktur penunjang, partisipasi masyarakat, maupun kesiapan pengembangan geowisata,” ujar Endarto.
Ia berharap Rakornis tersebut menghasilkan kesamaan persepsi antarpemangku kepentingan sekaligus melahirkan langkah konkret untuk memperkuat pengelolaan dan pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark.
Kegiatan Rakornis turut dihadiri Plt. Ketua Harian BPGM Kalsel Iwan Fitriady, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel Abdul Rahim, Plt. Kepala Dinas ESDM Kalsel Endarto serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan penampilan Tari Baksa Kembang dari Sanggar Tari Seni Nuansa.
Penulis: Rahim Arza





